Undescribed Human...
Jumat, 28 Januari 2011
What I was thinking about right now is the conversation I had last night. It was an undeniable good-funny-heartbeat conversation that I’ve never felt for 2 years. He – who I never wanted to spell his name because sometimes I thought he’s not real – really made my world fell in a second. Why I thought he’s not real? It just because both of us didn’t realize when exactly we met, we talked, we started and ended up our conversation…it just like a river…flow as it was….we did it every time we had a time to talk. Anything we want to, we talked. And the best thing I ever realized was, I talked to him in YM…Yeah seems like this is virtual relationship. For the first time we talked, he’s so annoying but barely made me laugh again and again. I just feel my heart beat; I never thought there was other man except my ex that was so fuckin funny like him! Thanks GOD I fortunately forgot my ex hehehe.. Generally, he just messes up my day…really crushed me in pieces til I dunno what I feel…is this real? Is this some kind of something? Is this love? I dunno… I always miss his jokes, the way he treat me, the way he knows me, my habits even the bad, the way he makes me believe and certain, the way he talks…it’s just like an angel suddenly come to my pathethic-2-years-life-after-break-up, save me with anything he can do….Goddamn! who the hell is he actually!! I don’t expect anything…I don’t wanna wish anything… I just wanna enjoy this kindly strange meeting and conversation….If there’s something happen with us…I know our heart knows what to do….
Tanya Hati
Rabu, 12 Januari 2011
Aku nggak tau perasaan apa yang akhir-akhir ini menyelimuti hati ini. Hanya saja rasanya aku seperti memesuki sebuah ruangan yang penuh dengan rona jingga bersmeburat pink nan menenangkan. Disana aku merasa bahagia sekali. Sangat bahagia dari sebelumnya. Rasanya segala beban beratku hilang. Aku tiba-tiba bias tertawa lepas lagi. Tawa yang selama ini terpenjara dalam kurungan egoku sendiri. Aku masih tidak mengerti siapa sebenarnya yang membangun ruangan itu. Yang aku lihat diruangan itu ada seseorang tapi ia tak begitu tampak hanya ada semburat biru yang membuatku penasaran.
Diakah yang dari kemarin memporak-porandakan hatiku.
Diakah yang kini berani mendobrak pertahan yang selama ini aku bangun.
Diakah yang membuatku berani melepas segala ketakutan masa laluku.
Aku tidak tahu.
Karena dia tak juga Nampak. Aku bahkan tak bisa menyentuhnya. Aku mendekatinya, namun pendar cahanya malah makin menghilang. Namun, semakin menghilang semakin menghangat hatiku. Akh, siapa dia. Seperti apakah rupa dan bentuknya. Apakah dia Tuhan yang mendatangkan kenyamanan ini. Atau itu makhluk Tuhan yang diutusnya untuk membuka hatiku.
Lagi-lagi aku tidak tahu.
Karena aku sendirian. Aku tidak tahu harus bertanya pada siapa. Aku bertanya pada hatiku sendiri. Dia hanya tersenyum. Aku bertanya pada pikiranku. Dia malah berlari-lari seolah memaksaku mencari tahu terus siapa dia. Aku bertanya hati kecilku. Dia hanya bilang coba dengar hatimu. Katanya hatiku tahu jawabannya. Aku kembali ke hatiku, hati yang terkunci rapat dan menanti seseorang yang aku cintai. Hati lagi-lagi hanya tersenyum. Namun, dia berbisik perlahan.
“Coba buka aku sedikit saja. Biarkan cahaya itu masuk. Ia hanya ingin masuk. Kalau cahaya itu baik untukmu, aku pasti akan dengan senang hati menerimanya masuk. Tapi kamu tenang saja, kalau ia tidak baik untukmu saat ini, aku akan tetap mengosongkan ruanganku. Karena aku tahu seseorang yang kau nanti itu pasti akan kembali.”
Dan aku sekarang yakin. Mungkin sekarang waktunya membiarkan orang baru merawat hatiku. Biarlah hati yang memutuskan. Aku hanya perlu menikmati dan yakin. Kalau hati tak pernah salah memilih.
Diakah yang dari kemarin memporak-porandakan hatiku.
Diakah yang kini berani mendobrak pertahan yang selama ini aku bangun.
Diakah yang membuatku berani melepas segala ketakutan masa laluku.
Aku tidak tahu.
Karena dia tak juga Nampak. Aku bahkan tak bisa menyentuhnya. Aku mendekatinya, namun pendar cahanya malah makin menghilang. Namun, semakin menghilang semakin menghangat hatiku. Akh, siapa dia. Seperti apakah rupa dan bentuknya. Apakah dia Tuhan yang mendatangkan kenyamanan ini. Atau itu makhluk Tuhan yang diutusnya untuk membuka hatiku.
Lagi-lagi aku tidak tahu.
Karena aku sendirian. Aku tidak tahu harus bertanya pada siapa. Aku bertanya pada hatiku sendiri. Dia hanya tersenyum. Aku bertanya pada pikiranku. Dia malah berlari-lari seolah memaksaku mencari tahu terus siapa dia. Aku bertanya hati kecilku. Dia hanya bilang coba dengar hatimu. Katanya hatiku tahu jawabannya. Aku kembali ke hatiku, hati yang terkunci rapat dan menanti seseorang yang aku cintai. Hati lagi-lagi hanya tersenyum. Namun, dia berbisik perlahan.
“Coba buka aku sedikit saja. Biarkan cahaya itu masuk. Ia hanya ingin masuk. Kalau cahaya itu baik untukmu, aku pasti akan dengan senang hati menerimanya masuk. Tapi kamu tenang saja, kalau ia tidak baik untukmu saat ini, aku akan tetap mengosongkan ruanganku. Karena aku tahu seseorang yang kau nanti itu pasti akan kembali.”
Dan aku sekarang yakin. Mungkin sekarang waktunya membiarkan orang baru merawat hatiku. Biarlah hati yang memutuskan. Aku hanya perlu menikmati dan yakin. Kalau hati tak pernah salah memilih.
Your Things, Your Self-Esteem!
Kamis, 06 Januari 2011
Beberapa waktu lalu saya dan teman saya pergi belanja bersama. Saya meminta teman saya menemani membeli sepatu baru. Hampir satu jam saya mendatangi beberapa toko sepatu hanya untuk mencari sepatu yang sesuai di kaki saya yang berukuran besar ini, selain karena saya juga orangnya susah memilih sepatu yang pas di hati. Saking bingungnya dengan sikap saya yang plin plan memilih sepatu ini atau sepatu itu, teman saya sampai bertanya begini, “Lo cari sepatu kayak apa sih? Sepatu kan cuma buat di taruh di kaki, nagapain deh cari yang rebet-rebet. Setau gue ya koleksi sepatu lo udah bejibun, masih aja tiap bulan kudu beli sepatu baru.” Saya cuma tersenyum menanggapi teman saya yang baru beberapa bulan di kantor saya kenal. Saya memang shoe-fetish, tapi nggak separah Imelda Marcos. Terus dia nambahin lagi, “Lagian lo kan single, sepatunya juga nggak bisa dipamerin ke siapa-siapa kan. Kalo punya pacar mah enak, bisa pamer ke pacar,” cerocosnya.
Kalimat itu langsung menohok hati saya. Mungkin memang banyak orang berpikir seperti itu. Banyak-banyakin sepatu baru cuma buat pamer ke pacar, biar pacar senang melihat ceweknya cantik setiap hari. Atau buat pamer ke orang-orang lain. Tapi bagi saya sepatu-sepatu itu nggak cuma buat pamer ke orang lain, melainkan buat pamer ke diri saya sendiri. Ya, diri saya sendiri. Sepatu buat saya menjadi alat penunjang kepercayaan diri plus alat penghargaan diri saya. Apalagi saya memang sedang menikmati masa-masa single. Bagi saya mengoleksi sepatu membuahkan sebuah kepuasan tersendiri lebih dari sebuah pujian dari seorang cowok. Sama saja seperti ketika saya membaca artikel seorang wanita mengoleksi lingerie. Orang pasti mikir buat apa sih koleksi lingerie banyak-banyak, toh yang melihat juga nggak ada. Lain ceritanya kalau sudah bersuami. Namun, apa pernah orang berpikir kalau pakaian dalam juga bisa meningkatkan kepercayaan diri seseorang? Sebuah artikel di salah satu portal lifestyle terkenal pernah menyebutkan bahwa lingerie tak hanya bertujuan untuk memberi kejutan pada pasangan tapi juga mampu memberi diri kita dorongan ego dan lingerie punya cara tersendiri membuat seorang wanita merasa powerfull dan percaya diri dengan beragam pilihan yangn sesuai bentuk tubuh.
Pernah ingat salah satu scene di Eat, Pray, Love, saat Liz bersama teman Italiano-nya berbelanja celana jeans? Ada scene setelah menjajal jeans, Liz melihat sepotong lingerie satin terpajang di mannequin. Liz sangat tertarik membelinya, namun Liz berpikir lagi. Buat siapa membeli lingerie itu? Nggak akan ada yang melihat juga kalau dia memakainya. Namun, temannya dengan tenang bilang begini, “Beli saja Liz. Bukan buat siapa-siapa. Tapi buat kamu sendiri. Hanya kamu.” Hal ini juga berlaku untuk beragam sepatu dengan bentuk, jenis dan warnanya. Semakin cantik, bagus dan enak dipakainya, sepatu akan membuat si pemakai merasa percaya diri. Bahkan high heels menjadi senjata ampuh bagi perempuan bertubuh pendek untuk membuatnya percaya diri karena merasa lebih tinggi.
Ada saatnya kita memang perlu memanjakan diri sendiri (tanpa terlalu konsumtif), sekedar untuk mendapatkan sepasang sepatu cantik, sepotong lingerie baru, beberapa jam spa, atau memiliki barang-barang lain yang membuat kita merasa nyaman dan menghargai diri Bukan untuk siapa-siapa sekali lagi. Tapi untuk diri sendiri sebagai hadiah dan penghargaan kalau kita hidup di dunia ini bukan hanya untuk pamer kemewahan yang kita miliki, atau pamer kemampuan menarik perhatian laki-laki dengan beragam barang dan sepatu yang kita pakai. Lagipula, kalau kita mau meluangkan waktu untuk memanjakan diri sendiri, ada sebuah perasaan tenang dan damai pada saat diri kita merasa terpuaskan. Kalau sudah merasa nyaman dengan diri sendiri, jadi single pun seharusnya kita nggak perlu cemas. Toh, dengan kepercayaan diri, tanpa pamerpun, segala sesuatu yang kita pakai dengan mudahnya bisa menarik perhatian orang kok. So ladies, spend your money and let’s keep our confidence and self-esteem!
Kalimat itu langsung menohok hati saya. Mungkin memang banyak orang berpikir seperti itu. Banyak-banyakin sepatu baru cuma buat pamer ke pacar, biar pacar senang melihat ceweknya cantik setiap hari. Atau buat pamer ke orang-orang lain. Tapi bagi saya sepatu-sepatu itu nggak cuma buat pamer ke orang lain, melainkan buat pamer ke diri saya sendiri. Ya, diri saya sendiri. Sepatu buat saya menjadi alat penunjang kepercayaan diri plus alat penghargaan diri saya. Apalagi saya memang sedang menikmati masa-masa single. Bagi saya mengoleksi sepatu membuahkan sebuah kepuasan tersendiri lebih dari sebuah pujian dari seorang cowok. Sama saja seperti ketika saya membaca artikel seorang wanita mengoleksi lingerie. Orang pasti mikir buat apa sih koleksi lingerie banyak-banyak, toh yang melihat juga nggak ada. Lain ceritanya kalau sudah bersuami. Namun, apa pernah orang berpikir kalau pakaian dalam juga bisa meningkatkan kepercayaan diri seseorang? Sebuah artikel di salah satu portal lifestyle terkenal pernah menyebutkan bahwa lingerie tak hanya bertujuan untuk memberi kejutan pada pasangan tapi juga mampu memberi diri kita dorongan ego dan lingerie punya cara tersendiri membuat seorang wanita merasa powerfull dan percaya diri dengan beragam pilihan yangn sesuai bentuk tubuh.
Pernah ingat salah satu scene di Eat, Pray, Love, saat Liz bersama teman Italiano-nya berbelanja celana jeans? Ada scene setelah menjajal jeans, Liz melihat sepotong lingerie satin terpajang di mannequin. Liz sangat tertarik membelinya, namun Liz berpikir lagi. Buat siapa membeli lingerie itu? Nggak akan ada yang melihat juga kalau dia memakainya. Namun, temannya dengan tenang bilang begini, “Beli saja Liz. Bukan buat siapa-siapa. Tapi buat kamu sendiri. Hanya kamu.” Hal ini juga berlaku untuk beragam sepatu dengan bentuk, jenis dan warnanya. Semakin cantik, bagus dan enak dipakainya, sepatu akan membuat si pemakai merasa percaya diri. Bahkan high heels menjadi senjata ampuh bagi perempuan bertubuh pendek untuk membuatnya percaya diri karena merasa lebih tinggi.
Ada saatnya kita memang perlu memanjakan diri sendiri (tanpa terlalu konsumtif), sekedar untuk mendapatkan sepasang sepatu cantik, sepotong lingerie baru, beberapa jam spa, atau memiliki barang-barang lain yang membuat kita merasa nyaman dan menghargai diri Bukan untuk siapa-siapa sekali lagi. Tapi untuk diri sendiri sebagai hadiah dan penghargaan kalau kita hidup di dunia ini bukan hanya untuk pamer kemewahan yang kita miliki, atau pamer kemampuan menarik perhatian laki-laki dengan beragam barang dan sepatu yang kita pakai. Lagipula, kalau kita mau meluangkan waktu untuk memanjakan diri sendiri, ada sebuah perasaan tenang dan damai pada saat diri kita merasa terpuaskan. Kalau sudah merasa nyaman dengan diri sendiri, jadi single pun seharusnya kita nggak perlu cemas. Toh, dengan kepercayaan diri, tanpa pamerpun, segala sesuatu yang kita pakai dengan mudahnya bisa menarik perhatian orang kok. So ladies, spend your money and let’s keep our confidence and self-esteem!
Conversation to God part 1
Selasa, 21 Desember 2010
Di suatu saat dalam hidup saya. Saya ingin sekali bertemu langsung dengan Tuhan. Banyak sekali pertanyaan tentang hidup yang rasanya saya ingin tanyakan langsung dengannya. I know. Everyday I face him. Setiap saya bersujud dan berdoa kepadanya saya tahu dia ada dihadapan saya. Saya hanya ingin merasa lebih dekat lagi di hadapannya. Saya ingin dia tahu saya wanita yang tegar hasil dari ciptaannnya dan saya telah belajar memperbarui ciptaan itu menjadi saya yang lebih tegar.
Namun, mengapa ketegaran ini malah membuat sya kehilangan orang-orang yang saya cintai. Kenapa sih Tuhan, Engkau tidak mengembalikan kekasih terbaik saya saat ini? Saya tahu, mungkin saya yang kurang tegar saat menghadapi dia yang mencoba jauh dari saya. Namun, saya kurang apalagi Tuhan. Saya sudah berasa menjadi tegar sampai rasa sakit itu sudah berkarat. Namun, dia tetap saja tidaa kembali. Engkau menyuruhku menunggu. Saya tahu bahwa sesutu itu akan indah pada waktunya. Tapi sampai kapan Tuhan. People change and hearts move on. Oke, saya tidak meragukan Engkau. Saya tahu mungkin saya memang harus menunggu. Tapi mengapa Engkau tida kmencoba membuat dia sedikit maju ke hadapan saya.sedikit saja. Hanya sekadar tahu bahwa saya mencintainya dan ia pun (mudah-mudahan) masih mencintai saya.
Apakah Engkau memang menciptakan saya untuk menjadi wanita yang terlalu dan sangat tegar. Kelewat tegar malah. Sejak dulu saya tidak pernah dapat kesempatan untuk menyatakan cinta saya pada orang-orang yang saya cintai. Mereka lalu hilang tanpa sempat saya sentuh sekalipun. Tuhan, tolong dengarkan saya. Sekali ini saja, Tuhan. Saya lelah menjadi tegar. Apakah memang sabar itu tidak ada batasnya, Tuhan? Lalu, kenapa ada rasa sakit? Bersabar tapi hasilnya sama saja buat apa Tuhan.
Tuhan tolong sampaikan padanya. Kalau ia mencintai saya, tolong tuntun hatinya agar ia kembali pada saya kapanpun Engkau siap mengembalikannya. Sampai waktunya saya pun belum berniat memindahkan hati saya dan menutup selamanya pintu hati saya. Namun, jika memang pada waktunya dia benar-benar tidak akan kembali tolong beritahu saya dari sekarang ini. Dengan berjuta caraMu. Dengan beribu insting yang saya miliki.
Tolong sadarkan saya. Akan kembali atau tidaknya dia. Saya mencintainya hanya karena Engkau ya Tuhan. Untuk-Mu. Untuk AgamaMu.
Dan tolong jaga hati ini, kalaupun cinta ini memang besar padanya, saya tidak akan melebihkan cinta ini lebih dari saya mencintai-Mu Tuhan. Karena sungguh cinta terbesar saya hanya untuk Engkau Tuhan. Terima Kasih Tuhan mau mendengarkan saya. Amin.
Namun, mengapa ketegaran ini malah membuat sya kehilangan orang-orang yang saya cintai. Kenapa sih Tuhan, Engkau tidak mengembalikan kekasih terbaik saya saat ini? Saya tahu, mungkin saya yang kurang tegar saat menghadapi dia yang mencoba jauh dari saya. Namun, saya kurang apalagi Tuhan. Saya sudah berasa menjadi tegar sampai rasa sakit itu sudah berkarat. Namun, dia tetap saja tidaa kembali. Engkau menyuruhku menunggu. Saya tahu bahwa sesutu itu akan indah pada waktunya. Tapi sampai kapan Tuhan. People change and hearts move on. Oke, saya tidak meragukan Engkau. Saya tahu mungkin saya memang harus menunggu. Tapi mengapa Engkau tida kmencoba membuat dia sedikit maju ke hadapan saya.sedikit saja. Hanya sekadar tahu bahwa saya mencintainya dan ia pun (mudah-mudahan) masih mencintai saya.
Apakah Engkau memang menciptakan saya untuk menjadi wanita yang terlalu dan sangat tegar. Kelewat tegar malah. Sejak dulu saya tidak pernah dapat kesempatan untuk menyatakan cinta saya pada orang-orang yang saya cintai. Mereka lalu hilang tanpa sempat saya sentuh sekalipun. Tuhan, tolong dengarkan saya. Sekali ini saja, Tuhan. Saya lelah menjadi tegar. Apakah memang sabar itu tidak ada batasnya, Tuhan? Lalu, kenapa ada rasa sakit? Bersabar tapi hasilnya sama saja buat apa Tuhan.
Tuhan tolong sampaikan padanya. Kalau ia mencintai saya, tolong tuntun hatinya agar ia kembali pada saya kapanpun Engkau siap mengembalikannya. Sampai waktunya saya pun belum berniat memindahkan hati saya dan menutup selamanya pintu hati saya. Namun, jika memang pada waktunya dia benar-benar tidak akan kembali tolong beritahu saya dari sekarang ini. Dengan berjuta caraMu. Dengan beribu insting yang saya miliki.
Tolong sadarkan saya. Akan kembali atau tidaknya dia. Saya mencintainya hanya karena Engkau ya Tuhan. Untuk-Mu. Untuk AgamaMu.
Dan tolong jaga hati ini, kalaupun cinta ini memang besar padanya, saya tidak akan melebihkan cinta ini lebih dari saya mencintai-Mu Tuhan. Karena sungguh cinta terbesar saya hanya untuk Engkau Tuhan. Terima Kasih Tuhan mau mendengarkan saya. Amin.
The Hottest 'SATE MARANGGI CIBUNGUR' in Town!
Selasa, 16 November 2010
Kalau misalnya kalian sedang berpelesir ke daerah Jawa Barat dan melewati daerah Purwakarta, jangan lupa mampir ke the hottest sate in town "SATE MARANGGI CIBUNGUR". Minggu lalu saya berkesempatan mampir ke tempat yang heboh banget di omongin ibu saya ini. Katanya sate maranggi dan es kelapanya T.O.P B.G.T deh!

Akhirnya setelah perjalanan panjang dari Subang, setelah menghadiri pernikahan sahabat saya, saya dan keluarga mampir kesini. Ternyata tempatnya luas banget, dari jauh asep udah ngepul kemana-mana. Walaupun lokasinya di pinggir jalan, tapi tempatnya lumayan nyaman buat makan, karena mejanya besar-besar gitu.
Ini suasana kedai satenya...gede bangeettt..parkirnya juga luas lho!

Langsung pas kami datang, segelas es kelapa segar langsung disajikan di gelas melamin. Es kelapanya suegeeeeerrr banget! Manisnya pas…sumpah deh baru kali ini saya minum es kelapa dengan rasa yang enaak banget, manisnya bener-bener ga berlebihan, ga juga hambar karena rasa air kelapanya.
Lalu, kami memesan sate maranggi kambing dan sapi. Uniknya sate ini adalah dari tekstur dagingnya. Kalo sate pada umumnya Cuma berupa irisan daging kambing atau sapi tapi kalo sate ini merupakan adonan daging kambing atau sapi yang sebelumnya di kasih bumbu-bumbu khas sate maranggi. Lalu, disajikan dengan sambel tomat yang pedasnya juga bisa diminta dan nasi putih yang dibungkus daun pisang. Disini nggak ada istilah bumbu kacang seperti pada sate biasa, karena bumbunya sudah tercampur di adonan. Dan ternyata bener kata ibu saya, pas saya coba, rasa satenya mantaaaappp...dagingnya halus banget plus sambelnya pedasnya pas dilidah...saya ampe mesen 3 porsi isi 15 tusuk lho! ahahaha....sekali-kali deh secara jarang-jarang mampir ke Purwakarta.

Ada juga sop kaki sapi yang super gurih kuahnya…

Selain, sate maranggi ini ada juga booth makanan ringan lho, kayak rujak, gorengan, gado-gado dan yang paling terkenal adalah combro maranggi. Wah, maav saya lupa memotretnya. Yang jelas combro disini enak banget, sampai-sampai ibu saya dulu pas ngidam adik keempat saya bela-belain kesini demi beli combro hahaha….
Untuk harga jangan ditanya, harganya murah dan standar harga sate pada umumnya, kok. Seporsi sate maranggi kambing atau sapi isi 10 tusuk dihargai Rp15.000, nasi putih Rp4.000, Sop sapi Rp12.000 dan es kelapanya segelas Cuma Rp10.000. Oya, es kelapanya ini untuk per orangnya satu kelapa lho, jadi wajar harganya sepuluh ribu… puas deh…

Pokoknya, buat kamu yang suka pulang kampung atau sedang bepergian ke daerah Purwakarta, jangan lupa mampir kesini ya. Nyesel kalo nggak mampir deh!
Akhirnya setelah perjalanan panjang dari Subang, setelah menghadiri pernikahan sahabat saya, saya dan keluarga mampir kesini. Ternyata tempatnya luas banget, dari jauh asep udah ngepul kemana-mana. Walaupun lokasinya di pinggir jalan, tapi tempatnya lumayan nyaman buat makan, karena mejanya besar-besar gitu.
Ini suasana kedai satenya...gede bangeettt..parkirnya juga luas lho!
Langsung pas kami datang, segelas es kelapa segar langsung disajikan di gelas melamin. Es kelapanya suegeeeeerrr banget! Manisnya pas…sumpah deh baru kali ini saya minum es kelapa dengan rasa yang enaak banget, manisnya bener-bener ga berlebihan, ga juga hambar karena rasa air kelapanya.
Lalu, kami memesan sate maranggi kambing dan sapi. Uniknya sate ini adalah dari tekstur dagingnya. Kalo sate pada umumnya Cuma berupa irisan daging kambing atau sapi tapi kalo sate ini merupakan adonan daging kambing atau sapi yang sebelumnya di kasih bumbu-bumbu khas sate maranggi. Lalu, disajikan dengan sambel tomat yang pedasnya juga bisa diminta dan nasi putih yang dibungkus daun pisang. Disini nggak ada istilah bumbu kacang seperti pada sate biasa, karena bumbunya sudah tercampur di adonan. Dan ternyata bener kata ibu saya, pas saya coba, rasa satenya mantaaaappp...dagingnya halus banget plus sambelnya pedasnya pas dilidah...saya ampe mesen 3 porsi isi 15 tusuk lho! ahahaha....sekali-kali deh secara jarang-jarang mampir ke Purwakarta.
Ada juga sop kaki sapi yang super gurih kuahnya…
Selain, sate maranggi ini ada juga booth makanan ringan lho, kayak rujak, gorengan, gado-gado dan yang paling terkenal adalah combro maranggi. Wah, maav saya lupa memotretnya. Yang jelas combro disini enak banget, sampai-sampai ibu saya dulu pas ngidam adik keempat saya bela-belain kesini demi beli combro hahaha….
Untuk harga jangan ditanya, harganya murah dan standar harga sate pada umumnya, kok. Seporsi sate maranggi kambing atau sapi isi 10 tusuk dihargai Rp15.000, nasi putih Rp4.000, Sop sapi Rp12.000 dan es kelapanya segelas Cuma Rp10.000. Oya, es kelapanya ini untuk per orangnya satu kelapa lho, jadi wajar harganya sepuluh ribu… puas deh…
Pokoknya, buat kamu yang suka pulang kampung atau sedang bepergian ke daerah Purwakarta, jangan lupa mampir kesini ya. Nyesel kalo nggak mampir deh!
RINDU
Selasa, 09 November 2010
Kamu tau rasanya merindukanmu….
Sama seperti di musim kemarau, manusia merindukan hujan
Sama seperti matahari merindukan bulan untuk menggantikan posisinya…
Sama seperti sungai butuh air..
Aku haus…
Aku kering…
Aku kosong….
Aku gelap…tanpamu…
Nyeri di ulu hati ini sangat tidak bisa ditolerir…
Sakitnya menyayat-nyayat dadaku….
Mendobrak gumpalan-gumpalan pembuluh darahku…
Menghujam seluruh saraf otakku…
Membuatku sama sekali tak bisa melupakanmu barang sedetik saja…
Harus bertanya pada siapa lagi aku, mengapa rasa ini masih saja menyelimuti rongga-rongga ingatanku…
Mengapa rasa ini masih saja tidak bertemu titik didihnya…
Aku harus apa…harus bilang pada siapa kalau aku membutuhkanmu…
Sangat membutuhkanmu….
Aku merindukanmu….
Sangat…dan tidak tahu sampai kapan….
November 08, 2010, 14:07 P.M
Sama seperti di musim kemarau, manusia merindukan hujan
Sama seperti matahari merindukan bulan untuk menggantikan posisinya…
Sama seperti sungai butuh air..
Aku haus…
Aku kering…
Aku kosong….
Aku gelap…tanpamu…
Nyeri di ulu hati ini sangat tidak bisa ditolerir…
Sakitnya menyayat-nyayat dadaku….
Mendobrak gumpalan-gumpalan pembuluh darahku…
Menghujam seluruh saraf otakku…
Membuatku sama sekali tak bisa melupakanmu barang sedetik saja…
Harus bertanya pada siapa lagi aku, mengapa rasa ini masih saja menyelimuti rongga-rongga ingatanku…
Mengapa rasa ini masih saja tidak bertemu titik didihnya…
Aku harus apa…harus bilang pada siapa kalau aku membutuhkanmu…
Sangat membutuhkanmu….
Aku merindukanmu….
Sangat…dan tidak tahu sampai kapan….
November 08, 2010, 14:07 P.M
GPLC 2010 : Part VI
Senin, 08 November 2010
Akhirnya, waktu yang ditunggu-tunggu tiba juga…setelah berjibaku dengan segala tetek bengek behind the backstage of GLOBAL PEACE LEADERSHIP CONFERENCE dan GLOBAL PEACE FESTIVAL 2010…ni konferensi yang katanya internasional tiba juga…(entah mengapa saya malas menyebutnya konferensi internasional karena banyak banget hal-hal yang tidak mencerminkan kalau ini adalah sebuah acara kelas internasional. Hmmm..saya mau menyebutkannya poin per poin saja deh. Soalnya kalau saya curhat bisa banyaakk bangett isi nih blog…saya aja rasanya mau lempar batu kalo mengulang cerita ini hahaha)
*sebelumnya saya mau minta maav sebesar-besar untuk pihak terkait yang mungkin saja merasa ‘disebut’ dalam kisah ini. Tulisan ini dibuat semata-mata bukan untuk menjelek-jelekkan. Hanya untuk sekedar pembelajaran ke depan supaya kalau ada event besar seperti ini, everything is ready even though it is last minute, it should be last minute worth for. Saya berterima kasih sekali bisa diikutsertakan dalam event ini, meskipun harus merasakan rasa sakit tidak dihargai. That’s no problem. Semua itu pelajaran yang membuat saya makin dewasa menyikapi hidup dan memahami sikap orang lain.
1. Ketidaksiapan panitia
Sebenernya ya saya merasa semuannya sudah disiapkan sebaik-baiknya. Tapi entah mengapa pas acara berlangsung semuanya berantakan aja gitu. Contoh yang paling kecil aja bisa dilihat dari kehadiran peserta yang harus stay dan tidak stay. Semua undangan termasuk advisory council, member of committee, orang2 pemerintahan, international participant memang stay di hotel, disiapkan kamar, asal ada konfirmasi hadir. Tapi salahnya system panitia adalah tidak booking kamar dulu buat para petinggi-petinggi acaranya yang notabenenya Advisory Council. Bayangkan, bos saya yang Malaysia itu menganggap remeh orang-orang Indonesia yang jadi penasehat acaranya sendiri. Mau bagaimanapun juga kan mereka orang sibuk n penting. Jadi, sistem di Indonesia itu biasanya dating ga dating ya at least sudah di booking-kan kamar dunk. Tapi apa jadinya, jadinya ya saya korban di maki-maki sama salah satu Advisory Council, seorang petinggi Pimpinan Pusat Aisyiyah dan anggota Muhammadiyah…edaaannn…ini ibu marah-marah ke saya gara-gara dia hadir gak disiapkan kamar. Nah, saya bingunglah. Saya kan Cuma menjalankan tugas dari si bos. Katanya nggak ada konfirmasi, nggak ada kamar. Tapi, ternyata salah besar. Si ibu yang nggak konfirmasi itu datang pas acara tanpa konfirmasi. Karena dia tahu posisinya sebagai Advisory jadi pasti disiapkan kamar, dong. Alhasil, semua tim mulai dari accommodation, registrasi, sampai si bos trun tangan sendiri demi ngerayu tuh ibu2 yang ngancem pengen balik aja ke Yogya akibat merasa nggak dihargai kedatangannya. Bener juga sih, sayangnya si Malaysia nggak tau kalo tipikal orang Indonesia itu seperti ini….
Masalah penerjemah lebih parah lagi. Ini acara kelas internasional, bro, tapi tau gak kapan kita (hah saya nggak mau disamakan dengan si Malay itu) ehm gini aja bahasanya, tapi tau nggak kapan si Malay itu nyuruh saya nyari penerjemah and interpreter?? H-2…edaaaannn….yang lebih parah yang disuruh nyari adalah SAYA juga…Helllo, I’m a registration staff, where the program staff is?! Ini bukan bagian saya, tugas saya aja numpuknya parah! Dan dodolnya lagi tuh Malaysia malah bilang nyuruh saya nyari interpreter yang mau di bayar seperti volunteer…astagaaaa….dia kira ini di kampungnya kali, nge-hire orang gak dikasih uang balas jasa. Emang dia gak tau apa kalo interpreter paling murah di Indonesia aja seharga 5-7 juta bayarannya, dia minta relawan! Mana adaaaaaaaaaa….
Sumpah saya kalang kabut nyarinya, nggak ada yang mau, dan si Malay tetap bersikukuh juga. Sinting! Sampai akhirnya saya nemu teman say, interpreter handal with 6years experiences, yang mau dibayar cuma 2jutaan, dari harga standarnya 7jutaan. Tapi, lagi-lagi si Malaysia bertingkah. Pas temen saya udah jauh2 dari depok, dating interview ke Gran Melia. Temen saya sampai bilang begini tentang kelakuan bos saya, “SUMPAH, BARU KALI INI ADA ORANG NGE-HIRE ORANG SANGAT TIDAK MENGHARGAI ORANG YANG DI HIRE. BOS LO BENER-BENER KURANG AJAR!!” kata temen saya dengan muka MURKA…saya langsung shock ngedengernya. Timbul pertanyaan2 penasaran. Si bos bilang apa sih sampe temen gue murka banget…SETELAH insiden itu, teman saya langsung mengundurkan diri saat itu juga. Dia bersedia di bayar murah, tapi dia gak mau ketemu ato harus berhadapan dengan orang sekurang ajar bos saya itu…Hadeeeehhhh….
Alhasil, sampai saat berlangsungnya acara hari pertama nih, panitia dapet interpreter dari kementrian luar negeri. Tapiiii, you know what, interpreternya sangat guobloookkk sekaliii…(saya rasa dia penerjemah bukan interpreter kali yee)….bayangin, pidato dari Chairman of GPF aja nggak di interpret sama dia, udah gitu laporan para peserta, pas interpret pun si interpreter kebanyakan diem, usut punya usut, diemnya si interpreter itu karena dia mikir dulu kalimat terjemahannya apa yang pas ahahahaha…saya mau ketawa guling2an ngedengernya! Itu interpreter apa anak baru lulus terus jadi penerjemah ya…ckckck…apanya yang orang KemLu…saya sih ketawa2 aja ngedengernya, biar aja si Malay2 itu yang malu. Saya udah berusaha nyari yang bagus malah ditolak.
Makanan pun jadi masalah, denger-denger waktu gala dinner di Balaikota, semua peserta asing kecewa gara-gara makanan yang dihidangkan nggak ada yang enak. Ya iyalah, siapa juga yang mau makan soto betawi dan sate plus sekoteng yang masih asing di lidah orang asing. Setidaknya siapkanlah menu internasional buu!!! Ini sekarang saya mau ngetawain pihak PEMDA DKI-nya. Emangnnya baru kali ini ya mereka ngundang/ngadain gala dinner dengan tamu orang internasional?? WELCOME TO INDONESIA! Hueekk…
2. Kurangnya koordinasi dan ilmu organisasi event/birokrasi antara pihak Indonesia dan Malaysia
Nah, ini nih masalah sangat krusial yang bikin semua orang jadi grasak-grusuk, ngerangkap kerjaan sana-sini plus jadi depressed dan marah-marah sambil mau ngelempar telepon ke muka orang. Mulai dari bikin name badge yang kudu nungguin template dari PIC-nya yang dari Malay-lah, padahal kita punya template yang sama. Gara-gara Cuma pake template kita, semua badge di print ulang. Padahal sama banget, ga ada yang beda!
Salah satu staff IT malah cerita ke saya gimana ribetnya dia merangkap jadi seksi perlengkapan. Buseett plis deh tuh orang dibayar buat jadi IT, yg ngurusin web and tetek bengek IT festival aja udah rebet, eh ini tengah malem dia disuru si bos ngecek panggung lah, ngatur ruangan konferensi, ngurus bendera konferensi, sampe ngurus loading barang…hellooo emangnya pada kemana sih EO-nya…oya FYI niyh, ni acara festival dan konferensi juga make jasa EO, dan EO-nya sungguh dodol sekaliii…udah jelas saya dan teman2 itu volunteer bagian dalem konferensi intinya, kenapa masih suruh ngurusin kerjaan mereka sih! Kalo kurang orang bilang ajaa…
Oya soal EO yang sangat dodol sekali itu juga terjadi saat festival di Senayan. Bayangkan festival sekelas internasional gini, volunteer lapangannya sangat sedikit sekalii…sampai2 pas SLANK mau manggung, tiba-tiba segerembol Slankers nan A.L.A.Y itu masuk ke tempat duduk VIP!!! Dan panitia dari EO-nya plus keamanannyan ggak ada and gak bergerak untungnyingkirin mereka…buseeeeeeeettt….sumpah saya yang duduk di VIP merasa kesel banget. Pengennya saya timpuk aja itu muka ketua EO-nya. Katanya nyewa tim keamanan beribu2, tapi manaa…mereka kerjanya Cuma pelanga-pelongo…malah ayik ngeliatin SLANK dan artis lain manggung. Alhasil, para peserta konferensi yang lagia syik nonton dipindahkan ke balkon atas, utungnya hujan juga. Jadi emang kudu pindah. Eh pas nyampe balkon atas pun, ga ada yang ngejagain, jadi banyak aja gitu orang duduk2 di podium VIP…CKCKCK…Saya mau teriak sinting kali ini!!!
Kurangnya koordinasi juga terjadi di hari terakhir konferensi saat pembagian goodie bag cinderamata untuk peserta. Kalian tau ga si bos nyuruh kita ke Kementrian Kebudayaan jam berapa? Jam 8 pagi! Sedangkan peserta udah banyak yang mau check out jam 12 siang. Taulah gimana macetnya jalanan Jakarta jam2 sepagi itu. Alhasil, gue yang harusnya bukan ngurus beginian, bela2in ke Kemenbudpar ngambil tuh souvenir. Sampai sana pas saya tanya orang yang ngurus nih souvenir bilang, ‘padahal saya sudah telpon dari tiga hari yang lalu lho Mbak. Tapi ga ada yang bisa di hubungi. Ini souvenir udah bisa di ambil dari kemarin2 sebenernya…”… buseeettt…jadi kemana aja orang2 yang ngurusin souvenir??? Tau gitu kan dari kemarin di urus dan nggak dadakan gini. Udah gitu souvenirnya pake acara kurang karena ada banyak peserta yang minta dobel dan beberapa di umpetin sama panitia yang nggak bertanggung jawab juga. Kasian banget sampe ada peserta yang nggak kebagian. Dia sampai kesel dan cemberut pas panitia bilang goodie bag-nya abis. Padahal saya tau banget, namanya acara internasional begini yang diincer peserta ya nggak lain nggak bukan ya Cuma souvenir, kan. Buat kenang-kenangan di bawa ke negara mereka.
3. Kurangnya pemahaman asing akan budaya Indonesia
Ini nih yang bikin saya gondok di cela melulu sama si Negara tetangga kita itu! Emang saya juga sebel dengan budaya birokrasi pemerinatahan kita. Tapi yang lebih sebel lagi kenapa sih mereka si Negara tetangga itu nggak mau menghargai apa yang udah jadi kebiasaan di negeri ini. Saya masih inget banget waktu itu panitia acara di stadion nanya, “kira-kira kalo SLANK manggung orang-orang yang dating akan seperti apa? Kami maunya yang dating ke acara kita itu selected people, yang nggak Cuma suka music, tapi juga care sama tujuan acara kita.” Saya langsung bengong sambil nahan ketawa dalam hati…terbersit di kepala saya SLANK dan SLANKERS-nya yang yaahh U know-lah kayak gimana hebohnya tuh alay-alay dan groupies-nya grup fenomenal itu. Saya dan teman-teman udah jelasin ke mereka gimana keadaan sebuha konser kalo ada SLANK manggung. Tapi orang Negara tetangga itu tetep aja ngotot, mereka mau selected people…ya gimanaa laahh, ga mungkin banget groupiesnya SLANK ga hadir. Kecuali di sekeliling stadion pasang barikade Kopassus plus tank gede dan kawat berduri bertuliskan “SLANKERS DILARANG MASUK!”. Dan dugaan saya terbukti pas kericuhan di stadion terjadi seperti yang saya ceritakan di poin 3. Seharusnya tuh orang Negara tetangga liat sikon dulu kalom au ngundang artis Indonesia kali yaaa…
Mereka juga dodol banget masalah perijinan dengan POLDA METRO JAYA, udah tau ini acara gede, di Indonesia a.k.a di Jakarta mana mungkin bisa ngurus perijinan untuk neywa sekian ratus polisi dalam waktu satu minguuuu….helllooo….ngurus KTP aja disini paling cepet seminggu. Mereka akhirnya capek sendiri bolak-balik POLDA demi ngurus perijinan dan nyewa polisi. Akhirnya, pas acara yang saya lihat, nggak ada tuh personil kepolisian yang dibilang beribu or bearatus kepala yang disewa. Yang banyak malah Cuma banser-nya salah satu organisasi besar yang juga jadi partner acara ini. Yang menurut saya juga gak kerja sama sekali. Cuma pelangk-pelongok kayak kebo hahaha…
4. Kurangnya toleransi asing akan etos kerja orang Indonesia
5. Intolerant and unappreciated attitude of Malaysia
*sebelumnya saya mau minta maav sebesar-besar untuk pihak terkait yang mungkin saja merasa ‘disebut’ dalam kisah ini. Tulisan ini dibuat semata-mata bukan untuk menjelek-jelekkan. Hanya untuk sekedar pembelajaran ke depan supaya kalau ada event besar seperti ini, everything is ready even though it is last minute, it should be last minute worth for. Saya berterima kasih sekali bisa diikutsertakan dalam event ini, meskipun harus merasakan rasa sakit tidak dihargai. That’s no problem. Semua itu pelajaran yang membuat saya makin dewasa menyikapi hidup dan memahami sikap orang lain.
1. Ketidaksiapan panitia
Sebenernya ya saya merasa semuannya sudah disiapkan sebaik-baiknya. Tapi entah mengapa pas acara berlangsung semuanya berantakan aja gitu. Contoh yang paling kecil aja bisa dilihat dari kehadiran peserta yang harus stay dan tidak stay. Semua undangan termasuk advisory council, member of committee, orang2 pemerintahan, international participant memang stay di hotel, disiapkan kamar, asal ada konfirmasi hadir. Tapi salahnya system panitia adalah tidak booking kamar dulu buat para petinggi-petinggi acaranya yang notabenenya Advisory Council. Bayangkan, bos saya yang Malaysia itu menganggap remeh orang-orang Indonesia yang jadi penasehat acaranya sendiri. Mau bagaimanapun juga kan mereka orang sibuk n penting. Jadi, sistem di Indonesia itu biasanya dating ga dating ya at least sudah di booking-kan kamar dunk. Tapi apa jadinya, jadinya ya saya korban di maki-maki sama salah satu Advisory Council, seorang petinggi Pimpinan Pusat Aisyiyah dan anggota Muhammadiyah…edaaannn…ini ibu marah-marah ke saya gara-gara dia hadir gak disiapkan kamar. Nah, saya bingunglah. Saya kan Cuma menjalankan tugas dari si bos. Katanya nggak ada konfirmasi, nggak ada kamar. Tapi, ternyata salah besar. Si ibu yang nggak konfirmasi itu datang pas acara tanpa konfirmasi. Karena dia tahu posisinya sebagai Advisory jadi pasti disiapkan kamar, dong. Alhasil, semua tim mulai dari accommodation, registrasi, sampai si bos trun tangan sendiri demi ngerayu tuh ibu2 yang ngancem pengen balik aja ke Yogya akibat merasa nggak dihargai kedatangannya. Bener juga sih, sayangnya si Malaysia nggak tau kalo tipikal orang Indonesia itu seperti ini….
Masalah penerjemah lebih parah lagi. Ini acara kelas internasional, bro, tapi tau gak kapan kita (hah saya nggak mau disamakan dengan si Malay itu) ehm gini aja bahasanya, tapi tau nggak kapan si Malay itu nyuruh saya nyari penerjemah and interpreter?? H-2…edaaaannn….yang lebih parah yang disuruh nyari adalah SAYA juga…Helllo, I’m a registration staff, where the program staff is?! Ini bukan bagian saya, tugas saya aja numpuknya parah! Dan dodolnya lagi tuh Malaysia malah bilang nyuruh saya nyari interpreter yang mau di bayar seperti volunteer…astagaaaa….dia kira ini di kampungnya kali, nge-hire orang gak dikasih uang balas jasa. Emang dia gak tau apa kalo interpreter paling murah di Indonesia aja seharga 5-7 juta bayarannya, dia minta relawan! Mana adaaaaaaaaaa….
Sumpah saya kalang kabut nyarinya, nggak ada yang mau, dan si Malay tetap bersikukuh juga. Sinting! Sampai akhirnya saya nemu teman say, interpreter handal with 6years experiences, yang mau dibayar cuma 2jutaan, dari harga standarnya 7jutaan. Tapi, lagi-lagi si Malaysia bertingkah. Pas temen saya udah jauh2 dari depok, dating interview ke Gran Melia. Temen saya sampai bilang begini tentang kelakuan bos saya, “SUMPAH, BARU KALI INI ADA ORANG NGE-HIRE ORANG SANGAT TIDAK MENGHARGAI ORANG YANG DI HIRE. BOS LO BENER-BENER KURANG AJAR!!” kata temen saya dengan muka MURKA…saya langsung shock ngedengernya. Timbul pertanyaan2 penasaran. Si bos bilang apa sih sampe temen gue murka banget…SETELAH insiden itu, teman saya langsung mengundurkan diri saat itu juga. Dia bersedia di bayar murah, tapi dia gak mau ketemu ato harus berhadapan dengan orang sekurang ajar bos saya itu…Hadeeeehhhh….
Alhasil, sampai saat berlangsungnya acara hari pertama nih, panitia dapet interpreter dari kementrian luar negeri. Tapiiii, you know what, interpreternya sangat guobloookkk sekaliii…(saya rasa dia penerjemah bukan interpreter kali yee)….bayangin, pidato dari Chairman of GPF aja nggak di interpret sama dia, udah gitu laporan para peserta, pas interpret pun si interpreter kebanyakan diem, usut punya usut, diemnya si interpreter itu karena dia mikir dulu kalimat terjemahannya apa yang pas ahahahaha…saya mau ketawa guling2an ngedengernya! Itu interpreter apa anak baru lulus terus jadi penerjemah ya…ckckck…apanya yang orang KemLu…saya sih ketawa2 aja ngedengernya, biar aja si Malay2 itu yang malu. Saya udah berusaha nyari yang bagus malah ditolak.
Makanan pun jadi masalah, denger-denger waktu gala dinner di Balaikota, semua peserta asing kecewa gara-gara makanan yang dihidangkan nggak ada yang enak. Ya iyalah, siapa juga yang mau makan soto betawi dan sate plus sekoteng yang masih asing di lidah orang asing. Setidaknya siapkanlah menu internasional buu!!! Ini sekarang saya mau ngetawain pihak PEMDA DKI-nya. Emangnnya baru kali ini ya mereka ngundang/ngadain gala dinner dengan tamu orang internasional?? WELCOME TO INDONESIA! Hueekk…
2. Kurangnya koordinasi dan ilmu organisasi event/birokrasi antara pihak Indonesia dan Malaysia
Nah, ini nih masalah sangat krusial yang bikin semua orang jadi grasak-grusuk, ngerangkap kerjaan sana-sini plus jadi depressed dan marah-marah sambil mau ngelempar telepon ke muka orang. Mulai dari bikin name badge yang kudu nungguin template dari PIC-nya yang dari Malay-lah, padahal kita punya template yang sama. Gara-gara Cuma pake template kita, semua badge di print ulang. Padahal sama banget, ga ada yang beda!
Salah satu staff IT malah cerita ke saya gimana ribetnya dia merangkap jadi seksi perlengkapan. Buseett plis deh tuh orang dibayar buat jadi IT, yg ngurusin web and tetek bengek IT festival aja udah rebet, eh ini tengah malem dia disuru si bos ngecek panggung lah, ngatur ruangan konferensi, ngurus bendera konferensi, sampe ngurus loading barang…hellooo emangnya pada kemana sih EO-nya…oya FYI niyh, ni acara festival dan konferensi juga make jasa EO, dan EO-nya sungguh dodol sekaliii…udah jelas saya dan teman2 itu volunteer bagian dalem konferensi intinya, kenapa masih suruh ngurusin kerjaan mereka sih! Kalo kurang orang bilang ajaa…
Oya soal EO yang sangat dodol sekali itu juga terjadi saat festival di Senayan. Bayangkan festival sekelas internasional gini, volunteer lapangannya sangat sedikit sekalii…sampai2 pas SLANK mau manggung, tiba-tiba segerembol Slankers nan A.L.A.Y itu masuk ke tempat duduk VIP!!! Dan panitia dari EO-nya plus keamanannyan ggak ada and gak bergerak untungnyingkirin mereka…buseeeeeeeettt….sumpah saya yang duduk di VIP merasa kesel banget. Pengennya saya timpuk aja itu muka ketua EO-nya. Katanya nyewa tim keamanan beribu2, tapi manaa…mereka kerjanya Cuma pelanga-pelongo…malah ayik ngeliatin SLANK dan artis lain manggung. Alhasil, para peserta konferensi yang lagia syik nonton dipindahkan ke balkon atas, utungnya hujan juga. Jadi emang kudu pindah. Eh pas nyampe balkon atas pun, ga ada yang ngejagain, jadi banyak aja gitu orang duduk2 di podium VIP…CKCKCK…Saya mau teriak sinting kali ini!!!
Kurangnya koordinasi juga terjadi di hari terakhir konferensi saat pembagian goodie bag cinderamata untuk peserta. Kalian tau ga si bos nyuruh kita ke Kementrian Kebudayaan jam berapa? Jam 8 pagi! Sedangkan peserta udah banyak yang mau check out jam 12 siang. Taulah gimana macetnya jalanan Jakarta jam2 sepagi itu. Alhasil, gue yang harusnya bukan ngurus beginian, bela2in ke Kemenbudpar ngambil tuh souvenir. Sampai sana pas saya tanya orang yang ngurus nih souvenir bilang, ‘padahal saya sudah telpon dari tiga hari yang lalu lho Mbak. Tapi ga ada yang bisa di hubungi. Ini souvenir udah bisa di ambil dari kemarin2 sebenernya…”… buseeettt…jadi kemana aja orang2 yang ngurusin souvenir??? Tau gitu kan dari kemarin di urus dan nggak dadakan gini. Udah gitu souvenirnya pake acara kurang karena ada banyak peserta yang minta dobel dan beberapa di umpetin sama panitia yang nggak bertanggung jawab juga. Kasian banget sampe ada peserta yang nggak kebagian. Dia sampai kesel dan cemberut pas panitia bilang goodie bag-nya abis. Padahal saya tau banget, namanya acara internasional begini yang diincer peserta ya nggak lain nggak bukan ya Cuma souvenir, kan. Buat kenang-kenangan di bawa ke negara mereka.
3. Kurangnya pemahaman asing akan budaya Indonesia
Ini nih yang bikin saya gondok di cela melulu sama si Negara tetangga kita itu! Emang saya juga sebel dengan budaya birokrasi pemerinatahan kita. Tapi yang lebih sebel lagi kenapa sih mereka si Negara tetangga itu nggak mau menghargai apa yang udah jadi kebiasaan di negeri ini. Saya masih inget banget waktu itu panitia acara di stadion nanya, “kira-kira kalo SLANK manggung orang-orang yang dating akan seperti apa? Kami maunya yang dating ke acara kita itu selected people, yang nggak Cuma suka music, tapi juga care sama tujuan acara kita.” Saya langsung bengong sambil nahan ketawa dalam hati…terbersit di kepala saya SLANK dan SLANKERS-nya yang yaahh U know-lah kayak gimana hebohnya tuh alay-alay dan groupies-nya grup fenomenal itu. Saya dan teman-teman udah jelasin ke mereka gimana keadaan sebuha konser kalo ada SLANK manggung. Tapi orang Negara tetangga itu tetep aja ngotot, mereka mau selected people…ya gimanaa laahh, ga mungkin banget groupiesnya SLANK ga hadir. Kecuali di sekeliling stadion pasang barikade Kopassus plus tank gede dan kawat berduri bertuliskan “SLANKERS DILARANG MASUK!”. Dan dugaan saya terbukti pas kericuhan di stadion terjadi seperti yang saya ceritakan di poin 3. Seharusnya tuh orang Negara tetangga liat sikon dulu kalom au ngundang artis Indonesia kali yaaa…
Mereka juga dodol banget masalah perijinan dengan POLDA METRO JAYA, udah tau ini acara gede, di Indonesia a.k.a di Jakarta mana mungkin bisa ngurus perijinan untuk neywa sekian ratus polisi dalam waktu satu minguuuu….helllooo….ngurus KTP aja disini paling cepet seminggu. Mereka akhirnya capek sendiri bolak-balik POLDA demi ngurus perijinan dan nyewa polisi. Akhirnya, pas acara yang saya lihat, nggak ada tuh personil kepolisian yang dibilang beribu or bearatus kepala yang disewa. Yang banyak malah Cuma banser-nya salah satu organisasi besar yang juga jadi partner acara ini. Yang menurut saya juga gak kerja sama sekali. Cuma pelangk-pelongok kayak kebo hahaha…
4. Kurangnya toleransi asing akan etos kerja orang Indonesia
5. Intolerant and unappreciated attitude of Malaysia
GPLC 2010 : Part V, Special Edition FOOD ADDICT
Selasa, 02 November 2010
Nah, sekarang giliran sesi makanan hotel…siap-siap ngiler lihat gambarnya yaaa. (gak tau sih kalian pada ngiler atau enggak hehehe). Sebenernya, nggak semua makanan yang saya makan, saya foto sih, abis kadang2 kalo pagi hari, telat bangun dikit aja, bos udah teriak2. Alhasil, saya jadi makan terburu-buru. Ini beberapa makanan di Café Gran Via, Hotel Gran Melia lt.2 yang berhasil saya makan dan abadikan hehehe…rata-rata sih makanan sarapan pagi semua.
Bubur Ayam
Gara-gara saya dan teman-teman kantor baru pertama kalinya masuk Gran Via, kita jadi bingung saking banyaknya makanan sarapan yang tersidang. Males banget muterin meja prasmanan nan panjang. Alhasil pas nemu bubur ayam, ya udah saya langsungs endok aja yang banyak hahaha…

Nah, ini dia makanan penutup yang gak pernah ketinggalan saya ambil (berhubung kalo di luar hotel ni makanan mahal banget hahaha)
Dim Sum Thailand dan Sushi
Sushi yang tersaji sih seringnya sushi simple macem California roll. Enak banget deh ada telur salmonnya, alpukat, ketimun, seaweed jepang and nasi khas Jepang (lupa namany). Ada cerita lucu nih pas makan ni sushi. Secara saya dari dulu emang belum pernah nyobain ni makanan Jepang, pas sekarang nyoba, saya bingung sendiri di cocolnya pake apa???
Pas ngambil sushi, saya celingukan ngelihatin satu2 saosnya 9biar gak keliatan norak) saya buru2 aja ambil wasabi sebanyak-banyaknya tanpa nyoba dulu wasabi itu seperti apa. Abis saya taunya kalo makan sushi saosnya kan harus wasabi. Sambal khas Jepang berwarna hijau gitu..Setelah dengan pedenya ngambil sushi and wasabi sepiring kecil, tibalah saya nyobain dan u know what pas dicoba….jdeeeeeeeeerrrrr….pedeeeeeeeeesss booooo…huah…huah saya sampe kipas2 lidah saya berkali-kali (pastinya sambil nutupin muka pake serbet #ndesobgt gw heee…) gileee ternyata tuh smabal pedesnya mampus gila, tajem banget lg di lidah. Hahaha gokil banget dah, akhirnya saya nyocol sushinya pake saos sambel hihiihi…
Dim Sum-nya sih standarlah. Saya emang pencinta dim sum.. jadi kalo ada dim sum gratisan ya saya ambil aja yang banyak hahaha….

Assorted Danish and Donut
Jiahahaha, gara-gara kue-kue ini, gue ketiban malu banget di depan mas-mas waiter Café Gran Via…ceritanya waktu hari pertama, gue nyelundupin tuh kue-kue pake kotak makan. Coz ada beberapa temen yang gak sempet makan. Akhirnya, saya iseng aja masukin kue itu ke kotak makan yang saya bawa. Emang sih saya taunya kalo makan di hotel, makanan ga boleh di bawa keluar area resto…tapiii insting kasihan pada teman plus insting ngutil (#dikit-dikit lho hehehe) gue mulai keluar.
Akhirnya, saya bareng teman saya pura-pura ambil tuh kue-kue bergantian. Sepiring penuh, sambil lirik kanan-kiri, liat2 sapa tau ada yang heboh liat kita ambil makanan gak kira-kira...phiuh untung misi berhasil…langsunglah saya melancarkan serangaann….hiaattt sambil lirak-lirik si mas-mas waiter, untungnya mas-masnya lagi sibuk nuangin minuman dim ejanya di ujung nun jauh dari meja saya. Saya dengan tenang masukin tuh kue ke kotak di bawah meja saya….
eh eh tiba-tiba si mas-mas itu nongol didepan meja saya…eng ing eng…muka saya langsung kayak ubi rebus…mas itu dengan senyum pengen nonjok muka saya langsung bilang “Mbak, makanannya mau dibungkus? Kalo mau saya bawain kotaknya.” Terus saya dengan ling lung ngejawab…”Ooohh, mau sih mas, tar saya aja yang bungkus pake kotak saya sendiri.” Tampang si mas-masnya makin kaku, kayaknya dia udah siap2 bawa palu di sakunya kali ya, pengen bilang Nih, cewe bego amat sih! Uda tau makanan gak boleh dibawa keluar. Terus dia bilang, “Tapi kena charge lagi mbak kalo makanan dib aw keluar resto, mending di abisin aja disini.” Terus saya Cuma nyengir sambil ngangguk malu… Jiahahaha…mokal banget sayaaa saat itu…pengennya nenggelemin muka di comebran aja dah biar gak keliatan malunya. Akhirnya, misi gagal dan saya sama temen saya itu berlomba menambah stok kantong makanan di perut, biar semua kue yang udah kita ambil termakan habis.

Nah, yang di bawah ini semuanya main course menu saya di pagi dan siang hari. Lebih suka makan sosis gorengnya sih sama telur dibalut jagung rebus gitu. Enak banget karena mengandung krim susu gitu. Plus brokoli dan sayuran pendukung yang ga boleh ktinggalan…Kalau siang saya berkesempatan makan lebih enak lagi hehehe...salmon-nya booo mana tahaannn enak bangeetttt...





Kalo yang dibawah ini adalah menu-menu waktu saya pindah ke hotel Ritz Carlton, Pacific Place...lebihhh enaakk, banyak banget salad nan bervariasi...dan yang paling menggiurkan saya ada lah CAKE-nya...sluuurrrppp liat deh, ada cake cokelatm, strawberry mousse dan caramel cake...plus sayas uka dekorasi dan tempat kue-nya...lucuuu and unik bangeett...hadehhh guilty pleasure bgt...pantes berat badan langsung naik hahaha...




Bubur Ayam
Gara-gara saya dan teman-teman kantor baru pertama kalinya masuk Gran Via, kita jadi bingung saking banyaknya makanan sarapan yang tersidang. Males banget muterin meja prasmanan nan panjang. Alhasil pas nemu bubur ayam, ya udah saya langsungs endok aja yang banyak hahaha…

Nah, ini dia makanan penutup yang gak pernah ketinggalan saya ambil (berhubung kalo di luar hotel ni makanan mahal banget hahaha)
Dim Sum Thailand dan Sushi
Sushi yang tersaji sih seringnya sushi simple macem California roll. Enak banget deh ada telur salmonnya, alpukat, ketimun, seaweed jepang and nasi khas Jepang (lupa namany). Ada cerita lucu nih pas makan ni sushi. Secara saya dari dulu emang belum pernah nyobain ni makanan Jepang, pas sekarang nyoba, saya bingung sendiri di cocolnya pake apa???
Pas ngambil sushi, saya celingukan ngelihatin satu2 saosnya 9biar gak keliatan norak) saya buru2 aja ambil wasabi sebanyak-banyaknya tanpa nyoba dulu wasabi itu seperti apa. Abis saya taunya kalo makan sushi saosnya kan harus wasabi. Sambal khas Jepang berwarna hijau gitu..Setelah dengan pedenya ngambil sushi and wasabi sepiring kecil, tibalah saya nyobain dan u know what pas dicoba….jdeeeeeeeeerrrrr….pedeeeeeeeeesss booooo…huah…huah saya sampe kipas2 lidah saya berkali-kali (pastinya sambil nutupin muka pake serbet #ndesobgt gw heee…) gileee ternyata tuh smabal pedesnya mampus gila, tajem banget lg di lidah. Hahaha gokil banget dah, akhirnya saya nyocol sushinya pake saos sambel hihiihi…
Dim Sum-nya sih standarlah. Saya emang pencinta dim sum.. jadi kalo ada dim sum gratisan ya saya ambil aja yang banyak hahaha….
Assorted Danish and Donut
Jiahahaha, gara-gara kue-kue ini, gue ketiban malu banget di depan mas-mas waiter Café Gran Via…ceritanya waktu hari pertama, gue nyelundupin tuh kue-kue pake kotak makan. Coz ada beberapa temen yang gak sempet makan. Akhirnya, saya iseng aja masukin kue itu ke kotak makan yang saya bawa. Emang sih saya taunya kalo makan di hotel, makanan ga boleh di bawa keluar area resto…tapiii insting kasihan pada teman plus insting ngutil (#dikit-dikit lho hehehe) gue mulai keluar.
Akhirnya, saya bareng teman saya pura-pura ambil tuh kue-kue bergantian. Sepiring penuh, sambil lirik kanan-kiri, liat2 sapa tau ada yang heboh liat kita ambil makanan gak kira-kira...phiuh untung misi berhasil…langsunglah saya melancarkan serangaann….hiaattt sambil lirak-lirik si mas-mas waiter, untungnya mas-masnya lagi sibuk nuangin minuman dim ejanya di ujung nun jauh dari meja saya. Saya dengan tenang masukin tuh kue ke kotak di bawah meja saya….
eh eh tiba-tiba si mas-mas itu nongol didepan meja saya…eng ing eng…muka saya langsung kayak ubi rebus…mas itu dengan senyum pengen nonjok muka saya langsung bilang “Mbak, makanannya mau dibungkus? Kalo mau saya bawain kotaknya.” Terus saya dengan ling lung ngejawab…”Ooohh, mau sih mas, tar saya aja yang bungkus pake kotak saya sendiri.” Tampang si mas-masnya makin kaku, kayaknya dia udah siap2 bawa palu di sakunya kali ya, pengen bilang Nih, cewe bego amat sih! Uda tau makanan gak boleh dibawa keluar. Terus dia bilang, “Tapi kena charge lagi mbak kalo makanan dib aw keluar resto, mending di abisin aja disini.” Terus saya Cuma nyengir sambil ngangguk malu… Jiahahaha…mokal banget sayaaa saat itu…pengennya nenggelemin muka di comebran aja dah biar gak keliatan malunya. Akhirnya, misi gagal dan saya sama temen saya itu berlomba menambah stok kantong makanan di perut, biar semua kue yang udah kita ambil termakan habis.
Nah, yang di bawah ini semuanya main course menu saya di pagi dan siang hari. Lebih suka makan sosis gorengnya sih sama telur dibalut jagung rebus gitu. Enak banget karena mengandung krim susu gitu. Plus brokoli dan sayuran pendukung yang ga boleh ktinggalan…Kalau siang saya berkesempatan makan lebih enak lagi hehehe...salmon-nya booo mana tahaannn enak bangeetttt...
Kalo yang dibawah ini adalah menu-menu waktu saya pindah ke hotel Ritz Carlton, Pacific Place...lebihhh enaakk, banyak banget salad nan bervariasi...dan yang paling menggiurkan saya ada lah CAKE-nya...sluuurrrppp liat deh, ada cake cokelatm, strawberry mousse dan caramel cake...plus sayas uka dekorasi dan tempat kue-nya...lucuuu and unik bangeett...hadehhh guilty pleasure bgt...pantes berat badan langsung naik hahaha...
GPLC 2010 part IV: Special Edition FOOD ADDICT
Senin, 01 November 2010
Waw, it’s been so long I haven’t write about my culinary trip…actually I’ve done some culinary tasting several weeks ago, especially when I stayed @ Gran Melia Hotel Jakarta during the Global Peace Leadership Conference 2010 . Wooww…that’s the very unforgettable experiences when all those heavenly food slipped in my mouth…sluurrrrppp…ya iyalah siapa yang nolak selama seminggu dikasih makanan enak di hotel bintang lima booo…apalagi denger2 niyh per orang itu sekali makan dikenakan 300 – 500 ribu aja….buseeetttt *mata saya mau loncat keluar aja nih! Gila, kalo misalnya tuh duit boleh diuangkan, mendingan duitnya buat saya beli sepatu aja dah, dapet kali dua puluh pasang.
But, before I starting to make you feel jealous of ‘the food made in heaven’, saya mau certain dulu tentang makanan yang saya makan selama di kantor. Ituangannya sebelum saya pindah ngantor di hotel, saya kayak orang kelas bawahlah, makanannya delivery mulu, pas masuk hotel langsung derajat saya naik tingkat tinggi banget hihihi…*bangga dikit boleh dong atoo saya yang norak ya hwehehehe…
Kalau di kantor biasanya kita beli makanan di deket kantor, ada banyak tukang makanan gitu, tapi itu kalau ada staff bagian beli makanan, tapi kalau dianya nggak ada (coz dia sering nggak masuk atau ada acara ketemu klien) ya kita terpaksa delivery order deh. Tau nggak yang paling sayas ebel apa deh, di kantor nggak ada pilihan menu lain selain daftar restoran yang ada di kantor. Pas saya lihat brosurnya, semuanya restoran mahal yang makanannya amit2 aja gitu harganya kalo buat delivery…saya sih lebih milih makan makanan mahal tapi di tempatnya langsung deh, biar kebayar lengkap ama mahalnya ehehehe…udah gitu secara kita nggak tau nomor telepon restoran lain ya udah saban hari makanan yang kita pesen ya dari restoran yang itu lagi-iu lagi…ampe mas-mas delivery ordernya hapal banget tiap kali saya kasih tau posisi kantor. ‘oh yang depannya ada TK-nya ya, mbak, yang banyak anjingnya itu’…ckckck…yang diinget kok anjing ahahha…
Nah, marilah kita saksikan makanan apa saja yang saya makan dan untungnya berhasil membuat saya naik dua kilo..alhamdulillah…hehehe…emang resiko makan makanan enak adalah ketagihan n berat badan naeik…bagooosss…tapi kantong jadi nggak bagus juga secara kalo harga makanannya lebih dari bujet yang dikasih a.k.a 18 ribu ya kita suruh nambah sendiri…
Resto pertama, Kemangi Nasi Lemak dan Warung Kopi
Ini resto ada di Kelapa Gading Boulevard FV-1 No. 22. Kalau diliat dari daftar menunya sih banyakan masakan Indonesia dan Malaysia. Dan harganya booo…mahal gilaaa…yang paling murah Cuma sayur kangkung 7 ribu, genjer 7 ribu dan ayam goring kremes 12 ribu. Lainnya diatas 20ribu semua. Alhasil setiap mesen dari Kemangi, saya dan temen-temen only can afford for ayam goring kremes 12 ribu itu plus nasi lemak6 ribu hahaha *ga mau rugi bgt ya. Untungnya, tuh ayam kremes enak, nasi lemaknya juga kenyal banget, agak seperti nasi uduk sih plus teri kacang, ketimun dan daun kemangi.
Ni dia box nasinya yang eye-catchy banget. Saya suka deh boxnya green gini hihihi…

Ayam goreng kremes dan nasi lemak yang bikin saya bener2 berlemak…*weeww

Resto kedua, Bakmi GM.
Nah, resto ini mah kayaknya orang udah banyak tau ya. Secara dimana-mana ada. Saya dan teman-teman biasanya mesen nasi ayam GM yang notabenenya – lagi-lagi paling murah. Awalnya, saya kira apaan ini makanan, kirain nasi plus ayam goreng gitu, secara di brosur nggak ada gambarnya. Eh pas saya tanya petugasnya, ternyata itu Cuma nasi plus ayam cincang yang biasa buat isi bakmi GM…halah mbak gak usah sok keren bilangn buat isi bakmi GM, saya sih pas liat langsung bilang ‘buseett ini sih ayam buat isi mie ayam di kampus gue yang lima ribuan!’ wakwakwak….padahal tau gak harganya berapa?? 17 ribu aja gitu…aahhhh saya sepertinya nggak sudi harus mengeluarkan duit segitu buat makanan yang harusnya saya dapatkan dengan selembar 5ribua..huhuhu nasib jadi orang kantoran…
Nih dia box dan nasi ayam GM yang membuat saya selalu menyesal memakannya…*kok jadi ga bersyukur gini gw hahaha…#maavkhilaf


Resto ketiga, Penang Restaurant
Nah, ini juga restaurant khas Malaysia yang lumayan mahal. Restoran ini kalau nggak salah di Kelapa Gading Boulevard sampingnya Sony Ericsson center. Menu yang dipesan sama saya of course affordable adalah KWETIAW GORENG BIASA, bukan KWETIAW seafood atau yang pake topping macem-macem deh. Only kwetiaw goreng biasa. Harganya ngepas banget15 ribu. Makanan yang lainnya?? Jangan ditanya semua diatas 20 ribu-an. Saya mending cari yang murah daripada suruh nombok sendiri mulu…yang penting kenyang, deh. Untungnya, *saya memang selalu beruntung hahaha…alhamdulillah* tuh kwetiaw porsinya banyak and enaaaakkk…sumpah kenyang banget makan tuh mie melar – sebutan saya hehehe…tapi sayang saya lupa motret tuh kwetiaw…ya Anda bisa coba datangai restoran Penang terdekat sajalah…
Resto keempat, Takeshi Bento
Ini resto bikin saya pengen lempar asbak tiap kalil ngelihat delivery service officer-nya nyampe depan pintu kantor. Sumpah lamaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa banget nyampenya! Cuma buat ngorder aja ada kali 1,5 jam saya nunggu. Padahal mereka bilang 30 menit nyampe, apalagi restonya di Mal Artha Gading, masih deket sama kantor saya di Kayu Putih. Makanannya mirip sama paket2 di Hoka-Hoka Bento. Serba yakiniku, teriyaki, ebi furai, tempura, dkk-lah. Harganya juga luman sih. Per paket-nya termurah itu nasi plus beef/chicken teriyaki/yakiniku Cuma 17 ribu. Rasanya ya so-so-lah. Saya males ngejelasin rasanya coz selalu udah gak nafsu gara2 kelamaan nungguin makanannya dateng…
SNACK
Ada juga beberapa snack yang saya makan, tapi ada snack ini yang bikin seisi kantor letagihan, yaitu Keripik Pisang Lampung Rasa Cokelat. Enaakk banget keripiknya karena di balut bubuk cokelat gitu. Saya baru tau ternyata jaman sekarang variasi keripik udah makin keren. Ada yang dibalut bubuk stoberi, moka, and cokelat. Inik eripik saya dapat dari oleh2 teman saya yang kebetulan baru pulang dari Lampung. Kayaknya kalau dia ke Lampung lagi saya mau nitip satu dus ah hehehe…

Nah, kalo yang ini sejenis marshmallow (mmm atau permen jelly ya) ya pokoknya kenyal2 gitu deh, dikasih sama staff finance yang asli Malaysia. Seneng banget dia sempet2nya beliin cemilan buat kita2… rasanya asem manis jeruk gitu…enaklah buat bikin gigi sakit hehehe…

Nah, untuk sesi makanan hotel, saya jelaskan di post selanjutnya yaaa….
But, before I starting to make you feel jealous of ‘the food made in heaven’, saya mau certain dulu tentang makanan yang saya makan selama di kantor. Ituangannya sebelum saya pindah ngantor di hotel, saya kayak orang kelas bawahlah, makanannya delivery mulu, pas masuk hotel langsung derajat saya naik tingkat tinggi banget hihihi…*bangga dikit boleh dong atoo saya yang norak ya hwehehehe…
Kalau di kantor biasanya kita beli makanan di deket kantor, ada banyak tukang makanan gitu, tapi itu kalau ada staff bagian beli makanan, tapi kalau dianya nggak ada (coz dia sering nggak masuk atau ada acara ketemu klien) ya kita terpaksa delivery order deh. Tau nggak yang paling sayas ebel apa deh, di kantor nggak ada pilihan menu lain selain daftar restoran yang ada di kantor. Pas saya lihat brosurnya, semuanya restoran mahal yang makanannya amit2 aja gitu harganya kalo buat delivery…saya sih lebih milih makan makanan mahal tapi di tempatnya langsung deh, biar kebayar lengkap ama mahalnya ehehehe…udah gitu secara kita nggak tau nomor telepon restoran lain ya udah saban hari makanan yang kita pesen ya dari restoran yang itu lagi-iu lagi…ampe mas-mas delivery ordernya hapal banget tiap kali saya kasih tau posisi kantor. ‘oh yang depannya ada TK-nya ya, mbak, yang banyak anjingnya itu’…ckckck…yang diinget kok anjing ahahha…
Nah, marilah kita saksikan makanan apa saja yang saya makan dan untungnya berhasil membuat saya naik dua kilo..alhamdulillah…hehehe…emang resiko makan makanan enak adalah ketagihan n berat badan naeik…bagooosss…tapi kantong jadi nggak bagus juga secara kalo harga makanannya lebih dari bujet yang dikasih a.k.a 18 ribu ya kita suruh nambah sendiri…
Resto pertama, Kemangi Nasi Lemak dan Warung Kopi
Ini resto ada di Kelapa Gading Boulevard FV-1 No. 22. Kalau diliat dari daftar menunya sih banyakan masakan Indonesia dan Malaysia. Dan harganya booo…mahal gilaaa…yang paling murah Cuma sayur kangkung 7 ribu, genjer 7 ribu dan ayam goring kremes 12 ribu. Lainnya diatas 20ribu semua. Alhasil setiap mesen dari Kemangi, saya dan temen-temen only can afford for ayam goring kremes 12 ribu itu plus nasi lemak6 ribu hahaha *ga mau rugi bgt ya. Untungnya, tuh ayam kremes enak, nasi lemaknya juga kenyal banget, agak seperti nasi uduk sih plus teri kacang, ketimun dan daun kemangi.
Ni dia box nasinya yang eye-catchy banget. Saya suka deh boxnya green gini hihihi…

Ayam goreng kremes dan nasi lemak yang bikin saya bener2 berlemak…*weeww

Resto kedua, Bakmi GM.
Nah, resto ini mah kayaknya orang udah banyak tau ya. Secara dimana-mana ada. Saya dan teman-teman biasanya mesen nasi ayam GM yang notabenenya – lagi-lagi paling murah. Awalnya, saya kira apaan ini makanan, kirain nasi plus ayam goreng gitu, secara di brosur nggak ada gambarnya. Eh pas saya tanya petugasnya, ternyata itu Cuma nasi plus ayam cincang yang biasa buat isi bakmi GM…halah mbak gak usah sok keren bilangn buat isi bakmi GM, saya sih pas liat langsung bilang ‘buseett ini sih ayam buat isi mie ayam di kampus gue yang lima ribuan!’ wakwakwak….padahal tau gak harganya berapa?? 17 ribu aja gitu…aahhhh saya sepertinya nggak sudi harus mengeluarkan duit segitu buat makanan yang harusnya saya dapatkan dengan selembar 5ribua..huhuhu nasib jadi orang kantoran…
Nih dia box dan nasi ayam GM yang membuat saya selalu menyesal memakannya…*kok jadi ga bersyukur gini gw hahaha…#maavkhilaf


Resto ketiga, Penang Restaurant
Nah, ini juga restaurant khas Malaysia yang lumayan mahal. Restoran ini kalau nggak salah di Kelapa Gading Boulevard sampingnya Sony Ericsson center. Menu yang dipesan sama saya of course affordable adalah KWETIAW GORENG BIASA, bukan KWETIAW seafood atau yang pake topping macem-macem deh. Only kwetiaw goreng biasa. Harganya ngepas banget15 ribu. Makanan yang lainnya?? Jangan ditanya semua diatas 20 ribu-an. Saya mending cari yang murah daripada suruh nombok sendiri mulu…yang penting kenyang, deh. Untungnya, *saya memang selalu beruntung hahaha…alhamdulillah* tuh kwetiaw porsinya banyak and enaaaakkk…sumpah kenyang banget makan tuh mie melar – sebutan saya hehehe…tapi sayang saya lupa motret tuh kwetiaw…ya Anda bisa coba datangai restoran Penang terdekat sajalah…
Resto keempat, Takeshi Bento
Ini resto bikin saya pengen lempar asbak tiap kalil ngelihat delivery service officer-nya nyampe depan pintu kantor. Sumpah lamaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa banget nyampenya! Cuma buat ngorder aja ada kali 1,5 jam saya nunggu. Padahal mereka bilang 30 menit nyampe, apalagi restonya di Mal Artha Gading, masih deket sama kantor saya di Kayu Putih. Makanannya mirip sama paket2 di Hoka-Hoka Bento. Serba yakiniku, teriyaki, ebi furai, tempura, dkk-lah. Harganya juga luman sih. Per paket-nya termurah itu nasi plus beef/chicken teriyaki/yakiniku Cuma 17 ribu. Rasanya ya so-so-lah. Saya males ngejelasin rasanya coz selalu udah gak nafsu gara2 kelamaan nungguin makanannya dateng…
SNACK
Ada juga beberapa snack yang saya makan, tapi ada snack ini yang bikin seisi kantor letagihan, yaitu Keripik Pisang Lampung Rasa Cokelat. Enaakk banget keripiknya karena di balut bubuk cokelat gitu. Saya baru tau ternyata jaman sekarang variasi keripik udah makin keren. Ada yang dibalut bubuk stoberi, moka, and cokelat. Inik eripik saya dapat dari oleh2 teman saya yang kebetulan baru pulang dari Lampung. Kayaknya kalau dia ke Lampung lagi saya mau nitip satu dus ah hehehe…

Nah, kalo yang ini sejenis marshmallow (mmm atau permen jelly ya) ya pokoknya kenyal2 gitu deh, dikasih sama staff finance yang asli Malaysia. Seneng banget dia sempet2nya beliin cemilan buat kita2… rasanya asem manis jeruk gitu…enaklah buat bikin gigi sakit hehehe…
Nah, untuk sesi makanan hotel, saya jelaskan di post selanjutnya yaaa….
What an Amazing Thursday! What a Beautiful Dream Comes True!
Jumat, 29 Oktober 2010
Satu kata yang mau saya ucapkan hari ini adalah ‘SUBHANALLAH’ dan ‘ALHAMDULILLAH’ sebanyak-banyaknya kalau perlu. Hari ini saya merasa luar biasa bahagia dan feel amaze aja dengan keajaiban Allah SWT dan unpredictable way of Him in my life.
Actually, this is my first day of work. I officially join with a tax consultant company named PB Taxand located in 22nd floor of Menara Imperium, Kuningan, South Jakarta. Saya mengisi posisi sebagai editor merangkap penerjemah untuk laporan-laporan pajak klien-klien PB Taxand ini. Wuih, awalnya gak nyangka banget bisa keterima, secara saya biasanya jadi editor untuk buku-buku terjemahan atau berita, tapi kali ini saya lolos jadi editor untuk laporan pajak wakwakwak….ngebayangin aja nggak pernah plus saya benci banget dengan kata-kata pajak sejak kasus si botak GT yang merampas duit bayar pajak rakyat *buangmukacuih
Tapi yasudahlah, yang penting saya merasa bersyukur sekali karena doa dan dhuha saya terjawab dengan cepat. Betapa luar biasanya sholat dhuha ternyata. Udah gitu yang menurut saya amazing lagi adalah ternyata kalo ditilik2 kebelakang ini adalah hasil khayalan dan impian saya selama ini, lho! Dulu saya sering banget bolak-balik Rasuna Said-Kuningan untuk mendatangi redaksi majalah kesayangan saya di gedung Femina. Ya entah saya menang kuis, nganter lamaran, ngambil hadiah kuis, dll. Setiap kali saya melewati jembatan busway Setiabudi Utara Aini, sambil memandangi jalanan dan gedung-gedung pencakar langit Kuningan saya sering bergumam dan berkhayal plus bercita-cita secara nggak langsung seperti ini ‘Keren kali ya kalo bias kerja di daerah perkantoran elit kayak gini. Suatu hari nanti gue pasti bakal kerja di daerah sini’ gumam saya dalam hati. Ternyata gumaman itu bukan hanya khayalan belaka, gumaman itu masuk ke otak saya, tertanam sebagai sebuah visi dan akhirnya terwujud dengan cara di luar dugaan saya.
Mungkin inilah yang disebut berani bermimpi. Saya bermimpi bisa kerja disini, kemudian berusaha, berdoa dan berikhtiar pada Allah SWT. Padahal ya ini kerjaan juga datengnya dari temennya temen saya lho! Saya sama sekali nggak ngelihat lowongan kerja di Koran, saya Cuma ditawarin, masukin CV, dipanggil interview dan diterima! AJAIB! Gak pake repot, tapi rezeki saya emang datang dengan sendirinya hihihi…subhanallah banget…
Then, inilah saya sekarang di kubikel saya (bangga bgt akhirnya punya kubikel sendiri jiahahaha) dengan teman-teman kantor yang kebanyakan seumuran saya *phiuh *deep exhale…saya mikirnya ini kantor isinya bapak-bapak ato ibu-ibu tuir ato lebih parahnya tante-tante dan om-om rempooongg…tidaaaaaaakkk…*lebay ah…Mereka semua seru, ramah dan gila hahaha…ketawa mulu kerjaannya kalo lagi nggak ada kerjaan.
Hari pertama aja saya sudah disambut dengan meriah *meriah definisi saya sih…nggak pake tanjidor ama reog ponorogo lah hahaha…udah gitu pas banget ada salah satu staff yang ultah, namanya Joshua, dia traktir makan siang semua staff lho…Alhamdulillah hari pertama irit uang jajan hehe…eh tau2nya sorenya ada lagi yang resign and dia bagi-bagiin burger plus segelas regular ice cream Wendy’s…buseeettt…kyaknya berat badan gue bakalan naik ini lama-lama di kantor baru…hehehe…dan kata anak-anak kantor sih, mereka emang cepet banget gemuk, karena tiap harinya ada aja makanan gratis di kantor…*berdoa ah…semoga gratisan terus biar gue ngirit…jiaahhh bawaan anak kuliah maunya gratis mulu gw hahaha…
So far, enjoy dengan kerjaan baru ini walaupun saya kudu pulang pergi ganti angkot 5 kali (mending gue pulang kampuuungg!) tapi yaa saya mensyukuri aja ini bagian dari resiko pekerjaan dan jalan yang sudah di atur Allah SWT. Intinya buat saya sih emang nggak ada yang instan di dunia ini. Semua butuh proses. Butuh niat. Butuh ketekunan dan kemauan. Dan pastinya butuh keikhlasan.
So, yuk mari sama-sama bermimpi yang tinggi. Angankan saja dulu apa yang kalian mau di masa depan. Kemudian tanamkan di hati dan pikiran, lalu perkuat doa dan lepaskan, jangan terlalu dipikirkan. Biarkan Allah yang mengatur kapan semua mimpimu jadi kenyataan. Saya selalu ingat sebuah notes bagus dimana seolah Allah berjanji pada hambanya, begini isinya:
“Bila dunia ini menyodorkan masalah yang tidak dapat kau tangani sendiri, jangan berusaha menyelesaikan masalah itu. Tetapi, letakkanlah saja masalah itu di box-Ku utk kuselesaikan..
Aku akan menyelesaikan masalahmu sesuai JADWAL yg Aku tentukan sendiri. Semua masalahmu PASTI akan Aku selesaikan, tetapi sesuai jadwal-Ku,.. bukan jadwalmu.
Setelah semua masalahmu kamu letakkan dalam box, janganlah kamu pikirkan & khawatirkan. Sebaliknya, fokuslah pada semua hal-hal baik yang sedang terjadi padamu sekarang.”
Nah, jadi nggak usah khawatir dengan apa yang akan terajdi esok. Cukup nikmatilah hari ini apa adanya dengan penuh rasa syukur.
Yuk, terus bermimpi dan semangat terus!
Actually, this is my first day of work. I officially join with a tax consultant company named PB Taxand located in 22nd floor of Menara Imperium, Kuningan, South Jakarta. Saya mengisi posisi sebagai editor merangkap penerjemah untuk laporan-laporan pajak klien-klien PB Taxand ini. Wuih, awalnya gak nyangka banget bisa keterima, secara saya biasanya jadi editor untuk buku-buku terjemahan atau berita, tapi kali ini saya lolos jadi editor untuk laporan pajak wakwakwak….ngebayangin aja nggak pernah plus saya benci banget dengan kata-kata pajak sejak kasus si botak GT yang merampas duit bayar pajak rakyat *buangmukacuih
Tapi yasudahlah, yang penting saya merasa bersyukur sekali karena doa dan dhuha saya terjawab dengan cepat. Betapa luar biasanya sholat dhuha ternyata. Udah gitu yang menurut saya amazing lagi adalah ternyata kalo ditilik2 kebelakang ini adalah hasil khayalan dan impian saya selama ini, lho! Dulu saya sering banget bolak-balik Rasuna Said-Kuningan untuk mendatangi redaksi majalah kesayangan saya di gedung Femina. Ya entah saya menang kuis, nganter lamaran, ngambil hadiah kuis, dll. Setiap kali saya melewati jembatan busway Setiabudi Utara Aini, sambil memandangi jalanan dan gedung-gedung pencakar langit Kuningan saya sering bergumam dan berkhayal plus bercita-cita secara nggak langsung seperti ini ‘Keren kali ya kalo bias kerja di daerah perkantoran elit kayak gini. Suatu hari nanti gue pasti bakal kerja di daerah sini’ gumam saya dalam hati. Ternyata gumaman itu bukan hanya khayalan belaka, gumaman itu masuk ke otak saya, tertanam sebagai sebuah visi dan akhirnya terwujud dengan cara di luar dugaan saya.
Mungkin inilah yang disebut berani bermimpi. Saya bermimpi bisa kerja disini, kemudian berusaha, berdoa dan berikhtiar pada Allah SWT. Padahal ya ini kerjaan juga datengnya dari temennya temen saya lho! Saya sama sekali nggak ngelihat lowongan kerja di Koran, saya Cuma ditawarin, masukin CV, dipanggil interview dan diterima! AJAIB! Gak pake repot, tapi rezeki saya emang datang dengan sendirinya hihihi…subhanallah banget…
Then, inilah saya sekarang di kubikel saya (bangga bgt akhirnya punya kubikel sendiri jiahahaha) dengan teman-teman kantor yang kebanyakan seumuran saya *phiuh *deep exhale…saya mikirnya ini kantor isinya bapak-bapak ato ibu-ibu tuir ato lebih parahnya tante-tante dan om-om rempooongg…tidaaaaaaakkk…*lebay ah…Mereka semua seru, ramah dan gila hahaha…ketawa mulu kerjaannya kalo lagi nggak ada kerjaan.
Hari pertama aja saya sudah disambut dengan meriah *meriah definisi saya sih…nggak pake tanjidor ama reog ponorogo lah hahaha…udah gitu pas banget ada salah satu staff yang ultah, namanya Joshua, dia traktir makan siang semua staff lho…Alhamdulillah hari pertama irit uang jajan hehe…eh tau2nya sorenya ada lagi yang resign and dia bagi-bagiin burger plus segelas regular ice cream Wendy’s…buseeettt…kyaknya berat badan gue bakalan naik ini lama-lama di kantor baru…hehehe…dan kata anak-anak kantor sih, mereka emang cepet banget gemuk, karena tiap harinya ada aja makanan gratis di kantor…*berdoa ah…semoga gratisan terus biar gue ngirit…jiaahhh bawaan anak kuliah maunya gratis mulu gw hahaha…
So far, enjoy dengan kerjaan baru ini walaupun saya kudu pulang pergi ganti angkot 5 kali (mending gue pulang kampuuungg!) tapi yaa saya mensyukuri aja ini bagian dari resiko pekerjaan dan jalan yang sudah di atur Allah SWT. Intinya buat saya sih emang nggak ada yang instan di dunia ini. Semua butuh proses. Butuh niat. Butuh ketekunan dan kemauan. Dan pastinya butuh keikhlasan.
So, yuk mari sama-sama bermimpi yang tinggi. Angankan saja dulu apa yang kalian mau di masa depan. Kemudian tanamkan di hati dan pikiran, lalu perkuat doa dan lepaskan, jangan terlalu dipikirkan. Biarkan Allah yang mengatur kapan semua mimpimu jadi kenyataan. Saya selalu ingat sebuah notes bagus dimana seolah Allah berjanji pada hambanya, begini isinya:
“Bila dunia ini menyodorkan masalah yang tidak dapat kau tangani sendiri, jangan berusaha menyelesaikan masalah itu. Tetapi, letakkanlah saja masalah itu di box-Ku utk kuselesaikan..
Aku akan menyelesaikan masalahmu sesuai JADWAL yg Aku tentukan sendiri. Semua masalahmu PASTI akan Aku selesaikan, tetapi sesuai jadwal-Ku,.. bukan jadwalmu.
Setelah semua masalahmu kamu letakkan dalam box, janganlah kamu pikirkan & khawatirkan. Sebaliknya, fokuslah pada semua hal-hal baik yang sedang terjadi padamu sekarang.”
Nah, jadi nggak usah khawatir dengan apa yang akan terajdi esok. Cukup nikmatilah hari ini apa adanya dengan penuh rasa syukur.
Yuk, terus bermimpi dan semangat terus!
Langganan:
Postingan (Atom)