Breath-taking Rafting at Sungai Cicatih, Sukabumi

Sabtu, 29 Oktober 2011

Tak ada habisnya jika ingin mengagumi Indonesia, negara yang terbentang luas dari Sabang sampai Merauke ini menyimpan begitu banyak ragam budaya dan pesona pariwisata yang patut disandingkan dengan Negara lain. Tak hanya pantai, pegunungan, dan hutan-hutanya yang menarik untuk ditelusuri, bahkan sungai-sungainya pun banyak yang menggoda para wisatwan domestik dan mancanegara untuk ikut menyentuhnya. Saya dan teman-teman saya berkesempatan menulusuri dan menjajal liarnya arus sungi Cicatih di Sukabumi saat ber-arung jeram beberapa waktu lalu.

Perjalanan kami mulai dari Jakarta sekitar akhir Juli yang lalu. Tepatnya hari Sabtu pukul 6 pagi saya dan teman-teman kantor sudah diwajibkan berkumpul di lobby kantor untuk bersama-sama berangkat menggunakan bus carteran. Jam 7 pagi bus berangkat menembus lengangnya Jakarta pagi hari menuju Sukabumi. Waktu tempuh hanya sekitar tiga jam. Namun sayangnya, dua jam itu terpaksa bertambah karena sesampainya di daerah pasar Cibadak, Sukabumi, terdapat kemacetan panjang akibat dari banyaknya perbaikan jalan dan pasar tumpah di hari Sabtu. Alhasil perjalanan kami yang tinggal beberapa menit lagi menuju meeting point arung jeram, harus ditempuh dalam waktu 2 jam! Awalnya perkiraan kami jam 10 sudah sampai, kami baru mendarat di meeting point jam 12 siang.

Sesampainya di meeting point Cinutug, kami langsung disambut ramah oleh operator arung jeram yang sudah cukup lama melayani jasa outbond dan water adventure di Sungai Cicatih ini. Tak perlu banyak bertanya apa namanya, saya bisa melihat sebuah plang nama besar di parkiran meeting point bertuliskan RIAM JERAM – WHITE WATER RAFTING. Yup, operatornya bernama Riam Jeram. Denger-denger sih di sungai ini memang cuma ada satu provider arung jeram, makanya mereka bersaing banget sama provider yang ada di sungai yang bermuara yang sama dengan Cicatih, yaitu Sungai Citarik.
Setelah semua peserta berkumpul di meeting point, tim dari Riam Jeram langsung memberikan arahan untuk mengeluarkan semua barang berharga kami mulai dari dompet, handphone, perhiasan dan lain-lain yang berbahaya jika dibawa saat rafting.


Setelah itu, kami digiring untuk menuju starting point pertama yaitu tempat persiapan pengarungan dengan menggunakan angkot carteran yang khusus disewakan untuk mengantar para peserta. Lucunya kami harus terguncang-guncang selama kurang lebih 30 menit di angkot karena kondisi jalan yang berbatu-batu dan tanjakan terjal. Wuiihh dahsyat banget itu di dalem angkot, saya dan teman-teman saya nggak bisa duduk diam saking hebohnya guncangan angkotnya pas lagi jalan hihihi....belum apa-apa kami sudah dibawa olahraga di dalam angkot nih!

Disko di angkot sambil narsis!

Sesampainya di starting point, Bojongkerta, seluruh peserta langsung diarahkan untuk mengambil safety cap, life jacket dan dayung masing-masing. Setelah itu tim Riam Jeram memberikan arahan dan panduan dalam berarung jeram. Peserta dibagi ke dalam beberapa tim dan mendapat satu guide untuk tiap perahu. Sebelum menuju sungai pengarungan seluruh peserta berdoa dan berfoto bersama dulu, cheers!


Perasaan deg-degan seketika menyulubungi hati saya dan ketiga teman setim saya. Apalagi ini baru pertama kalinya rafting. Sebenernya sih enjoy aja soalnya rame-rame tapi tetep aja ngebayangin jeram-jeram nan seram itu bikin saya merinding. Di awal pengarungan, saat sungai masih berair tenang, guide yang bertugas mengendalikan perahu kami selalu mengingatkan kami akan panduan-panduang saat rafting. Seperti ini misalnya:

Maju : dayung mundur, atau dayung ke arah belakang
Mundur: dayung maju, dayung ke arah depan
Putar : dayung memutar
Boom : semua peserta harus dalam posisi duduk di tengah perahu, biasanya ini untuk
mengantisipasi jatuhnya peserta ke dalam air saat melewat jeram yang sangat curam
Pindah kiri/kanan: seluruh peserta pindah duduk ke kiri atau kanan perahu untuk menyeimbangkan perahu saat perahu hendak dimiringkan saat melewati jeram yang mengharuskan perahu berada di posisi miring.

Wuih, banyak banget peraturan-peraturan yang harus saya hapalkan, termasuk harus tetap memegang tali yang ada di pinggiran perahu agar nggak mudah jatuh saat perahu meloncati jeram. Beberapa menit mengarungi sungai yang aliran airnya bersumber dari Gunung Salak dan Gunung Gede Pangrango ini, kami sudah disajikan dengan pemandangan alam yang indah, deretan tebing hijau di kanan kiri sungai membawa kami semua seolah di negeri antah berantah karena posisi tebingnya yang benar-benar seperti benteng. Sesekali kami mendengar suara burung dan kera yang berlompatan dari pohon ke pohon. 15 menit berlalu guide mengingatkan kami untuk bersiap-siap melewati jeram pertama.

Total jeram yang kami lewati di Sungai Cicatih ini ada 20 jeram, dengan tingkat kesulitan 3-4. Dalam arung jeram, tingkat kesulitan terentang dari grade 1 yang paling mudah sampai 6 yang paling sulit. Dipikir-pikir Sungai Cicatih cukup sulit juga kalau gradenya 3-4. Jam demi jam berlalu, kami sudha melewati beberapa jeram yang masih cukup standar sampai dengan jeram ke-10. Nama-nama jeramnyaam pun cukup unik seperti jeram Asmara, Jeram Blender, Jeram Gigi, dan masih banyak lagi yang sulit untuk say hapalkan. Tingkat kesulitan jeram makin tinggi saat memasuki jeram ke 11 – 20. Adrenalin benar-benar terpacu. Bahkansaya bisa merasakan bagaimana dahsyatnya air mengalahkan perahu sampai perahu kami hampir terbalik! Saya pun melihat perahu-perahu dibelakang perahu tim saya mulai tumbang, ada beberapa peserta yang sudah mulai berjatuhan, tapi semuanya tertawa puas dan senang.







2,5 jam berlalu kami menyudahi pengarungan dan kembali untuk makan siang dan berkemas kembali ke Jakarta. Sebuah pengalaman yang tak terlupakan bagi saya bisa mengikuti rafting trip ini. Rasanya 21 km pengarungan masih kurang puas. Hati saya menginginkan jeram yang lebih menakutkan lagi. Bahkan teman-teman saya yang awalnya takut, pada ketagihan pengen coba lagi hehehe....Ya suatu hari saya pasti akan kembali lagi atau mengunjungi sungai lain dengan grade jeram yang lebih tinggi. Satu hal lagi yang bisa didapat setelah mencoba extreme sport ini adalah bagaimana cara mengatasi rasa takut kita.



“Rasa takut bukan untuk ditakuti, tapi untuk dihadapi.”

Dan saya sudah berhasil mengalahkan rasa takut saya sendiri dengan berani mengarungi 20 jeram Sungai Cicatih ini. Bagaimana dengan kalian, yummy readers?

Can’t wait to hear your story. Kindly share your experience here. Ciao in next trip!

Leaving

Kamis, 06 Oktober 2011

So….here it is…

Tomorrow you’ll leaving me soon…

I know it’s not the end…

I know it’s just a matter of time…

I know it’s just a matter of long distance that I stand to survive…

I know it’s your dream and my pray for you….

Just promise me that you will come back…

come home….

to our heart’s home….

and promise me that you will also waiting for the time you see my smile that waiting for you also here…

Good luck, my bear…

no matter what the world say, no matter what the distance will suffer,

no matter what happen, you’ve to know….

I’m waiting for you to come, Mr. Waranggana…



With Love….

Miss Khairisa


(2:25 PM - 12 hours before departure)

Best Thing I Never Had

Semuanya seketika jelas saat pembicaraan terakhir kita di chat beberapa waktu lalu...
Bahwa kamu tak pernah menungguku. Bahwa semuanya hanya harapan kosong. Bahwa lagi-lagi aku terlalu bodoh menunggu seseorang sepertimu. Bahwa seharusnya barang yang sudah di buang itu tidak layak dimiliki lagi. Aku memang sudah menerima bahwa kamu sudah pergi sejak lama dan yakin tidak akan pernah kembali. Namun, hanya aku terlalu naif untuk mengakuinya. Untungnya, DIA datang di waktu yang tepat sebelum aku benar-benar tertutup hatinya KARENAMU.

Terima kasih akhirnya semuanya terbuka. Terkuak selebar-lebarnya setelah dua tahun ini. Setelah aku tidak mengerti lagi apa yang sebenarnya aku nanti.

Terima kasih karena akhirnya kamu membuatku sadar bahwa kamu memang bukan yang terbaik untukku.
Terima kasih karena akhirnya kamu juga sadar bahwa aku bukan yang terbaik juga untukmu.

Terima kasih sudah mau menerima rahasia-rahasiaku sebagaimana aku tahu rahasiamu. Semua yang jahat. yang bejat. semuanya sudah aku ikhlaskan.

Cerita kita sudah selesai sejak dua tahun lalu. Dan mulai saat ini semuanya sudah selesai, benar-benar selesai, sangat selesai dari dua tahun kemarin.

Terima kasih karenamu aku tahu bahwa ada DIA yang lebih mencintaiku. Lebih menghargaiku. Lebih segalanya darimu.

Terima kasih untuk tahun-tahun terbaik dan tersulit yang pernah kita lewati.
Terima kasih karenamu aku belajar menjadi wanita paling sabar dan tegar...
Terima kasih karenamu aku belajar menjadi wanita yang mengikhlaskan...
Terima kasih karenamu aku tahu bahwa cinta itu tak perlu ditunggu...
Terima kasih karenamu aku belajar bahwa patah hati itu pasti ada obatnya...
Terima kasih karenamu aku belajar percaya lagi bahwa untuk menghilangkan sakitnya memori lama, maka harus membuat memori baru yang membahagiakan...

Aku sadar kamu bukanlah segalanya. Tuhan memang tak pernah mengizinkan kita sejalan dari awal.
Tuhan tahu kapan tepatnya menunjukkan padaku bahwa kamu sangat tidak patut diharapkan lagi.

Let me say that I'm proud to say that YOU'RE THE BEST THING I NEVER HAD! Like Beyonce said:

Thank God you blew it
I thank God I dodged the bullet
I'm so over you
So baby good lookin' out


I wanted you bad
I'm so through with that
Cause honestly you turned out to be the best thing I never had
You turned out to be the best thing I never had
And I'm gon' always be the best thing you never had
Oh yeah, I bet it sucks to be you right now

So sad, you're hurt
Boo hoo, oh, did you expect me to care?
You don't deserve my tears
I guess that's why they ain't there
When I think that there was a time that I almost loved you
You showed your ass and baby yes I saw the real you


(Beyonce - Best Thing I never Had)

Bahwa akhirnya aku bahagia menemukan sosok penggantimu saat ini. Sangat bahagia dan menikmatinya. Dan aku harap tolong hiduplah di masa depanmu sendiri. Tidak usah kamu tahu masa sekarang dan masa depanku.

Aku mencintainya lebih dari aku pernah mencintaimu.

So sorry and thank you in advance, Mr. Curly....

Hiking at Taman Hutan Raya Ir. Juanda, Bandung

Sabtu, 11 Juni 2011

Selain berwisata kuliner, long weekend awal Juni kemarin saya berkesempatan mengunjungi Taman Hutan Raya Ir. Juanda (THR) yang terletak di daerah Dago Pakar, Bandung. Ini bermula dari batalnya rencana jalan saya dan si bebeb di hari sebelumnya. Akhirnya saya sita dia seharian buat nemenin saya jalan-jalan hihihi. Berhubung dari kemarin trip saya selalu ke pantai, teman main saya di Bandung, Gita, mengusulkan untuk hiking ke THR, hitung-hitung nge-train si Gita sebelum dia melakukan hiking perdananya ke Gunung Gede beberapa bulan ke depan. Akhirnya, saya, si bebeb, Gita dan pacarnya pun berangkat ke THR sekitar pukul 12 siang. Kami menggunakan motor karena mengantisipasi macetnya daerah Bandung Atas di musim long weekend begini. Perjalanan menuju Dago Pakar hanya menempuh waktu 1 jam itupun dipotong berhenti sebentar karena hujan. Sekitar pukul 1 siang kami sampai di depan gerbang THR, sebelumnya kami membayar tiket masuk sebesar Rp. 7.500 saja. Lucky us, hari ini motor diperbolehkan masuk ke areal THR, karena biasanya motor dilarang masuk. Kalau tidak terpaksa kami harus hiking dari depan pintu gerbang deh hahaha gak kebayang!

Memasuki areal depan THR Juanda, kami disambut suasana teduhnya hutan dengan pohon-pohon menjulang tinggi dan besar. Benar-benar sejuk, adem dan menangkan hati suasananya. Di areal ini ada beberapa objek wisata yang jadi andalan, yaitu Gua Jepang, Gua Belanda, Air Terjun Ciomas, dan Air Terjun Maribaya. Sayangnya, jarak antar satu objek wisata dengan objek lainnya berjauhan. Namun, karena rasa penasaran saya pada Air Terjun Maribaya yang katanya terkenal itu, kamipun memutuskan kesana. Sebelum sampai di Maribaya, sekitar 500 m dari pintu gerbang, terdapat gua Belanda. Sayangnya, saya dan teman-teman tidak mampir kesini, soalnya dipikir-pikir hanya menelusuri lorong gelap nan panjang dan nggak ada isinya juga. Lagipula kami mengejar waktu untuk sampai di Maribaya. Motor kami pun menelusuri jalan setapak yang merupakan jalur hiking untuk para hiker menuju air terjun. Untungnya hari ini tidak terlalu ramai. Jadi jalur hikingnya aman untuk dilewati motor. Untungnya lagi kami naik motor, karena trek yang super minim itu benar-benar rusak parah karena habis hujan besar semalam.

Walaupun kami naik motor, ini tidak mengurangi sensai hiking kami. Soalnya lebih seram naik motor di pinggir tebing seperti itu, kalau tergelincir dikit saja bisa dengan mudah jatuh ke jurang. Sepanjang hampir 30km perjalanan kami, kami disuguhkan oleh pemandangan hutan tropis yang subhanallah indahnya. Dengan deretan tebing yang memisahkan dua daerah di Bandung, saya lupa namanya. Konon, katanya jaman Belanda dan Jepang dulu tebing-tebing itu menjadi tembok pertahanan mereka dari sekutu. Deretan sawah dan kebun-kebun terlihat dari jauh, motor kami terus melaju sampai akhirnya kami tiba di area jembatan menuju Air Terjun Ciomas yang mengarah ke Maribaya.


Namun, kami di stop oleh seorang bapak tua yang mengatakan kalau jalan menuju air terjun Maribaya sekarang sudah di bata blok dan di buatkan tangga. Jadi, motor sudah tidak bisa lewat lagi. Wuah, saat itu juga muka kami langsung lesu. Padahal tinggal beberapa kilo lagi. Akhirnya, kami memarkir motor kami dengan penjagaan aman dari si Bapak. Lalu kami melanjutkan perjalanan kami dengan hiking (dipikir-pikir dari awal memang kami sejarusnya hiking sih hehehe). Kami melewati batu-batuan berundak menuju arah Maribaya. Sebelum sampai disasana kami sudah sampai duluan di Air Terjun Ciomas. Wah arusnya deras sekali lho! sayangnya air terjun ini nggak bisa dinikmati langsung, karena letaknya yang memang langsung menjorok ke arah sungai. kami pun hanya bisa menikmatinya di atas jembatan yang berada di tengah-tengah air terjun tersebut.

Sambil menikmati air terjun kami pun berfoto sampai puas hahaha. Bahkan karena ini pertama kalinya double date, kami malah lebih sering berfoto bersama ketimbang menikmati pemandangan alamnya hihihi...Puas foto-foto kami meneruskan perjalanan lagi dan akhirnya sampai di pos perbatasan menuju Maribaya. Ternyata untuk mencapai Maribaya kami harus bayar lagi. Wah, padahal di awal kami bayar tiket katanya itu sudah include ke semua objek wisata. Ckckck ini nih Indonesia, apa-apa dikomersilin. Akhirnya, setelah pikir-pikir, kami nggak jadi lanjut ke Maribaya, karena jam juga sudah menunjukkan pukul 3 sore. Lagipula si bebeb makin penasaran dengan trek menuju Maribaya yang bisa dilalui motor, kali aja masih ada. Siapa tau itu akal-akalan orang setempat aja untuk membiarkan tukang ojek yang boleh lewat. Itung-itung bagi-bagi rejeki deh.



Dengan rasa penasaran makin tinggi, akhirnya kami kembali ke jalur awal dekat air terjun Ciomas. Benar saja ternyata masih ada jalur menuju Maribaya yang seharusnya masih bisa dilewati motor umum, Cuma sekarang di pasang papan hanya tukang ojek yang bisa lewat. Sungguh terlalu! Si bebeb makin penasaran dan akhirnya kita terus aja jalan sampai menuju Lembang, nanggung dikit lagi Maribaya. Di tengah jalan kami berpapasan dengan segeromblan anak SMP yang sepertinya baru saja merayakan kelulusan mereka. Terlihat dari seragam mereka yang penuh coret-coretan. Daaann, mereka semua naik motor dan datang dari arah Maribaya. Wuih, makin senanglah kami jadi ternyata sebenarnya motor umum boleh lewatkan. Buktinya mereka bisa. Akhirnya, kami memutuskan kembali ke bawah untuk ngambil motor kami, supaya lebih cepat sampai di Maribaya.



Namun, ditengah jalan kami menemukan jalur yang sebelumnya belum kami lewati dan jalur itu memang dibuatkan tangga. Hahaha, si bapak tua ternyata nggak membohongi kami. Maaf ya pak, kami bukan nggak percaya, Cuma ingin membuktikan aja kebenarannya. Jadi, memang sebenarnya motor sudah nggak bisa lewat sejak dari area kami bertemu si bapak. Cuma yang kami heran, itu anak-anak SMP yang tadi kok bisa lewat ya? Benar saja, nggak lama kami menemukan anak tangga yang dipaksa dilewati oleh motor, sehingga jebol semua tangganya. Ckckck...anak jaman sekarang kok nggak cinta alam sama sekali ya.

Phiuh, hari makin sore dan gara-gara penasaran kami malah nggak jadi ke Maribaya. Kami memutuskan untuk turun dan cari tempat makan saja di sekitaran Dago Pakar. Yah, walaupun acara hunting air terjunnya nggak kesampean setidaknya kami sudah hiking bersama hehehe...

Trip to Pulau Tidung, Thousand Island

Minggu, 22 Mei 2011

Ini perjalanan tentang trip yang dari setengah tahun yang lalu nggak kesampaian kahirnya kesampaian juga. Dari mulai di planning sama temen segeng, sama mantan, sama gebetan baru, akhirnya malah terealisasi sama pacar baru dan kawan-kawannya hahaha….Yup, trip ke Pulau Tidung ini akhirnya terlaksana 7-8 Mei 2011 kemarin and I called it as Linking with boyfriend and his friends hahaha…It was amazing to spent the holiday with my new BF and his friends. Malahan bukan teman dekatnya, Cuma satu orang teman dekatnya, sisanya temannya si teman pacar saya itu hihih lucu yaa…

Sabtu, 07 Mei 2011

Shortly, kami satu grup terdiri dari 10 orang, 5 pere dan 5 lelaki. Kita janjian berangkat dari Pelabuhan Muara Angke jam 07.00 WIB. Untuk menjangkau pelabuhan ini, kalian cukup naik angkot merah B01 dari grogol atau naik taksi kalau mau simpel. Sampai di Muara Angke saya pikir sepi, ternyata hahahaha...gileeeyang mau liburan ke pulau seribu bnayak bangeet!! Orang tumplek semua di meeting point SPBU Muara Angke. Agak shock ngeliat gimana jadinya pulau-pulau di kepulauan Seribu kalau semua orang ini dikumpulkan di satu pulau yang sama *gak kebayang! Untungnya gak semuanya bertujuan ke Pulau Tidung #phiuh


Setelah group leader mengumumkan kita sudah boleh naik ke kapal tepat jam 08.00WIB, naiklah kami semua ke kapal yang sudah disediakan. Ya, standar kapal penyeberangan lah, ada dua dek atas dan bawah...of course sebagai anak muda yang masih semangat dan gesit *ceilee, kami bersepuluh memilih duduk di dek atas, sambil menikmati semilir angin laut. Perjalanan berlangsung sekitar 3 jam. Pukul 11.00 WIB akhirnya kami sampai di dermaga utara Pulau Tidung. Sampai di dermaga tiap kelompok langsung mendapatkan guidenya masing-masing yang rata-rata penduduk daerah asli Pulau Tidung.

Kemudian kami diantar menuju rumah tempat kami tinggal. Sepanjang perjalanan melewati rumah-rumah warga, saya takjub sekali melihat di kanan kiri saya rumah-rumah warga disana rata-rata memang dijadikan homestay buat para pelancong lho! Ya, mungkin boleh dibilang inilah salah satu cara mereka mencari uang untuk menghidupi keseharian mereka yang jauh dari pusat kota. Sampai di penginapan, saya dan teman-teman lebih terkejut lagi. Yang ada di pikiran kami kalau homestay itu pastinya kami tinggal bersama warga yang punya rumah, tapi ini beda, rumah mereka benar-benar dikosongkan hanya untuk kami! Waaww! Entah kemana tuh penghuni rumahnya, mungkin bermalam di tetangganya dulu kali ya hihihi....


Rumahnya lumayan besar, bahkan di ruang tamunya yang ber-AC disediakan kasur-kasur empuk juga lho. Kamarnya ada 3 lengkap dengan tempat tidur yang nyaman pula. Makanan disediakan, dapur dan kamar mandinya pun sangat nyaman. Waahh nggak nyangka dapet fasilitas sebagus ini. Sambil menunggu jam 1 siang untuk berangkat snorkeling, kami beristirahat sejenak sambil makan siang. Huaah, rasanya malah nggak ingin bangun dari kasur yang empuk apalagi AC-nya bikin ngantuk hehehe...

Akhirnya, tepat jam 1 siang, guide menjemput kami. Kami semua sudah siap dengan ’peralatan tempur’ snorkeling kami. Ada beberapa teman saya yang membawa serta fins, google, dan snorkel sendiri. Saya sendiri belum berani membelinya larena masih awam ilmu snorkelingnya hehehe....Kami menuju dermaga selatan Pulau Tidung. Disana sudah tersedia kapal-kapal nelayan yang siap membaawa kami ke Pulau Aer, Pulau Payung dan Pulau Karang Beras. Sebelum naik ke kapal para peserta yang tidak membawa perlatan snorkeling dipersilahkan meminjam alat-alat yang disediakan. Selanjutnya, kami dibawa sekitar 30 menit menyebrangi lautan menuju Pulau Aer. Senangnya setelah sekian lama saya lebih sering jalan ke pegunungan sekarang bisa mampir ke laut lagi. Indahnyaa bisa lita warna laut Indonesia yang berwarna-warni. Sesampainya di Pulau Aer, kapal mulai diberhentikan di tengah-tengah laut. Ada beberapa kelompok yang juga ikutan snorkeling. Tapi dipikir-pikir kok jadi kayak kolam ikan yaa rame banget deh lautannya sama yang snorkeling hahaha....

Karena baru pertama kalinya snorkeling, saya harus memakai life jacket, sebenernya sih bisa berenang Cuma masih ragu-ragu. Ya, cari aman aja deh. Setelah memakai peralatan lengkap, saya dan teman-teman langsung nyemplung ke laut. Menjelajah semua sisi perairan pulau Aer yang warna airnya cokelat kehijau-hijauan. Saya sangat takjub saat melihat betapa indahnya terumbu karang dan biota laut yang ada di perairan pulau Aer tersebut. Karena ini perairan Timur Indonesia dan airnya cukup asin, makanya jangan heran kalau terumbu karangnya berwarna dominan cokelat dan merah bata. Tapi tetap cantik kok. Cuma sayang nggak terlalu banyak ikan disini. Setelah puas menelusuri Pulau Aer, kami lalu pindah lokasi ke Pulau Karang Beras. Umumnya, sih pemandangna bawah lautnya sama, karena masih satu perairan. Hmmm...jadi panasaran kayak apa warna-warninya perairan selatan Indonesia yaa yang lebih warna-warni dan beragam ikannya.


Setelah puas snorkeling, kami lalu diajak berhenti sejenak di Pulau Payung untuk makan dan istirahat. Di pulau ini biasanya juga banyak aktivitas snorkeling, Cuma kali ini kelompok kami memilih untuk makan dan beristirahat. Saking kelaperannya kami memesan apa aja yang ada dan dijual disana hehehe...Kebanyakan memesan mie rebus dan baso, secara kami semua sudah kedinginan akut hehehe...Menjelangn magrib, kami kembali ke penginapan lagi.

Sesampainya kembali ke penginapan, kami semua bergegas mandi, soalnya badan lengket banget karena air lautnya yang asin banget. Sehabis mandi kami makan malam lagi, sambil ngobrol-ngobrol seru di atas kasur di ruang tamu. Serunya ikutan trip begini karena kami semua awalnya tidak kenal satu sama lain. Saya ikut trip ini diajak kekasih saya. Dia pun bergabung dengan teman semasa kuliahnya yang juga membawa teman-teman kantornya untuk liburan. Akhirnya, di trip inilah kami berkenalan. Mereka teman-teman kekasih saya semuanya bekerja di salah satu lembaga penyedia software pendidikan. Seru-seru dan gokil-gokil orangnya. Rata-rata mereka memang traveler semua. Sudah punya pengalaman snorkeling melebihi saya juga huaaa...ngiri banget!!

Sekitar jam 9 malam, disaat kami mulai mengantuk, si guide mengetuk pintu penginapan kami, ternyata kami masih punya jadwal untuk barbeque-an di pinggir pantai. Wuuaahh, saking capeknya kami sampai lupa dengan itinerary kami hiihi...Akhirnya, setelah diiming-imingi makan lagi, kami berangkat menuju lokasi barbeque menggunakan sepeda yang telah disediakan. Seru banget deh malam-malam bersepeda menglilingi pemukiman warga. Sampai di pinggir pantai, sudah ada beberapa kelompok yang asik slonjoran di tikar-tikar yang telah disediakan penyelanggara trip. Barbeque-nya ternyata bakar ikan hihihi, dikirain daging panggang seperti namanya. But, it’s awesome! Kami dibakarkan ikan yang banyak banget lhoo... dari mulai kakap merah sampai ikan yang nggak kami kenal tapi rasanya enaaakk bangeett... Serunya rebutan ikan sambil tertawa-tawa di pinggir pantai. Puas makan ikan kami kembali ke penginapan sekitar pukul setengah 11 malam. Dilanjutkan dengan acara ngobrol ngalor-ngidul, dan maen kartu sampai pagi hahaha...


Saya sih nggak ikutan karena capek banget rasanya, akhirnya saya dan satu teman perempuan saya memilih tidur di kamar yang sama. Tapi berhubuung kami bellum terllau ngantuk, akhirnya kami malah berbagi cerita. Hehehe dasar wanita! Yang serunya, teman baru saya ini ternyata seorang diver wuaaa!!! Jaman kuliah dulu dia tergabung dalam klub diving ITB, dia seorang arsitek yang memang mencintai lingkungan dan aktif di kegiatan bahari Indonesia. Dia juga salah satu penyelam yang ikut memecahkan rekor upacara bawah laut saat perayaan Sail Bunaken 2009 lalu. Wuih, benar-benar ngiri saya mendengar ceritanya hehehe...Saya bersykur banget bisa kenal orang-orang hebat seperti mereka, mereka nggak segan-segan berbagi cerita mereka tentang Indahnya Indonesia bahkan mengajak saya untul lebih cinta Indonesia dan menjelajahinya lebih jauh. Hmmm..saya jadi semakin tertarik dan ingin terus menyisihkan tabungan untuk menjelajahi Indonesia hehehe...

Minggu, 8 Mei 2011

Hari kedua ini hari bebas bersenang-senang. Pagi hari setelah saya terbangun di pukul 7, pacar saya mengajak saya bersepeda menelusuri pemukiman sampai masuk ke hutan-hutan demi menemukanm ujungnya Pulau Tidung. Kami hanya berdua saja karena yang lainnya belum bangun hihihi. Waaww, ternyata jauh juga ya bersepeda sampai menemukan ujungnya pulau ini. Tapi menantang banget kami masuk-masuk hutan, melewati rumah-rumah penduduk di tengah hutan yang mayoritas pencari kayu. Akhirnya, setelah perjalan sekitar 1 jam kami sampai di ujungnya Pulau Tidung wuaahhh...benar-benar ujung ke ujung lho hihihi...Sayangnya di ujung pulau pantainya malah nggak terlalu bersih, karen banyak pohon tembakau yang sudah mati. Kemudian kami melanjutkan perjalanan menuju ujung sebelah utara Pulau Tidung menuju ke jembatan yang menghubungkan Tidung Besar dan Tidung Kecil. Saya sudah sangat kelelahan karena jok sepeda saya sangat tidak nyaman. Si pacar malah semangat banget bersepedanya hihihi...

Sesampainya di jembatan, rasanya rasa penasaran kami terobati. Oooh ternyata ini toh jembatan panjang yang digembor-gemborkan orang. Katanya malah disebut jembatan cinta. Tapi saya pikir sih biasa saja, sama aja kayak jembatan di Ancol hehehe. Cuma bedanya pemandangannya yang amazing! Lautnya biru kehijau-hijauan, langitnya juga bersih dan biru, sampai-sampai terumbu karangnya sangat kelihatan. Subhanallah, indahnya! Saya asik bersam si pacar asik menelusiri jembatan sambil memandangi serunya pelancong, ada yangn melompat dari jembatan ke laut, ad ayang main kano, banana boat, atau sekedar foto-foto di jembatan. Saya pun menyempatkan diri mengambil pose terbaik saya di jembatan hahha. Tetep narsis!






Setelah asik menelusuri jembatan, kami memutuskan kembali ke penginapan. Eh malah ketemu sama teman saya dan pacarnya yang sudah bangun juga. Akhirnya, kami memutuskan cari sarapan sambil ngobrol-ngonrol lagi. Setelah makan, mereka memilih berkano sedangkan saya dan pasangan memilih kembali ke penginapan. Sampai di penginapan anak-anak yang liat sudah siap dan malah marah-marah karena ditinggal oleh kami hihihi...salah sendiri siapa suruh pagi-pagi masih molor!

Akhirnya, setelah semua puas dengan menelusuri jembatan cinta. Pukul 12 siang kami berbenah dan bergegas menuju dermaga lagi untuk kembali ke Jakarta. Sampai did ermaga pukul 1 siang karena kami terlalu nyantai, dan kami pun tidka dapat tempat duduk..huaaa alhasil kami duduk di dek atas yang tanpa atap. Bayangkan betapa panasnya matahari pukul 1 siang. Yah, daripad anggak pulang! Sepanjang perjalanan pulang saya dan teman saya Cuma bisa pasrah sambil megangin payung hahaha....


Pukul 4 sore kami sampai lagi di dermaga Muara Angke dan selanjutnya menuju rumah masing-masing. Wuah, senangnya trip Tidung kali ini. Bertemu teman baru dan menikmati indahnya salah satu pariwisata Indonesia. Jadi semangat nih buat terus trip atau saya akan berubah profesi jadi backpacker angel ya kalo kata teman saya hehehe...let’s see!

See you on the next trip, pals!

Find Your Passion

Minggu, 10 April 2011

Dari kemarin saya lagi bingung dengan istilah passion yang sering dibangga-banggain teman-teman saya. Setiap kali ngomongin pekerjaan pasti ada yang bilang 'makanya kalo kerja sesuai passion lo dong!'. Banyak orang salah kaprah sebenarnya dengan makna passion itu sendiri. Someone said that passion is your dreams, some others said that passion is your hobbies. However, when I read the books from Renee Suhardono, a famous career coach 'Your Job is Not Your Career', passion is none of those qualification, neither dreams nor hobbies.

Passion is not related to our habits or our skills, but it's related to all the things that waken our interest. Anything! Tapi bukan hal-hal kesukaan belaka aja lho kayak makan, tidur, cari uang atau nonton DVD. Passion itu harus mewakili keunikan bertindak tau beraktivitas yang diRASAkan oleh masing-masing individu.

Passion is things that you really really love doing. Your passion is your strength. And your strength is NOT about what you're good at. It is about what you enjoy the most.

Yes WHAT YOU ENJOY THE MOST is YOUR PASSION!

Passion sudah ada di dalam diri kita sebagai keunikan kita. Keunikan yang seperti apa, keunikan saat menjalani sesuatu yang 'kita banget'. Sesuatu yang membuat kita sangat ANTUSIAS dalam melakukannya even tanpa dibayar sekalipun misalnya. Pada akhirnya nanti passion emang nggak semata-mata berhubungan dengan pekerjaan kita. Bisa jadi pekerjaan kita bukan passion kita. Tapi passion kita bisa jadi pekerjaan dan karir kita. Atau bisa jadi semuanya berjalan beriringan, kita menekuni pekerjaan sekaligus menekuni passion.

Seperti saya saat ini, passion saya itu something about food blogging tapi pekerjaan saya sekarang editor bahasa. Walaupun saya belum berhasil mendapatkan pekerjaan sebagai food writer di sebuah majalan ternama misalnya, tapi at least disela-sela pekerjaan editing, saya tetap bisa memenuhi passion saya menjadi food blogger yang aktif keliling-keliling cari tempat makan baru. Ya, siapa tahu someday passion itu bisa jadi karir saya kan.

So, let's start from the simple things. Just find your uniqueness. What you enjoy the most, what your enthusiasm and find your passion.

Here it is some of my another passion.

Tak Pernah Ada Kata Salah Untuk Cinta

Sabtu, 09 April 2011

Pernahkah kamu berpikir bahwa suatu saat dalam hidupmu kamu nggak akan mampu mencintai seseorang lagi...

Saya nggak pernah berpikiran seperti itu karena saya tahu cinta itu anugerah terindah Tuhan untuk kita manusia bisa berbagi bersama, hidup bersama, saling menyayangi dan mengasihi...

Namun, apakah pernah dalam hidupmu merasa bahwa cinta yang dulu kamu puja-puja, yang kamu pikir mampu menyelamatkanmu dari segala sakit hati dan penderitaan tiba-tiba seperti bumerang, pergi kemudian berbalik menyerang diri dan hatimu...
Satu hal yang kamu ingat hanyalah...cinta itu menyerangmu...menyakitimu...bahkan hampir membunuhmu...

Ya, saya merasakan itu...merasakan betapa cinta tiba-tiba berubah akibat perbuatan manusia itu sendiri...

Cinta yang pada akhirnya membawa saya selama tiga tahun terakhir ini mencari arti keberadaannya...Mencari arti bahwa sebenarnya cinta tak pernah menyakiti...

Kemarin saya sakit hati, begitu dalam, begitu perih...meninggalkan seseorang dengan keputusan yang begitu tergesa-gesa dan menyadari bahwa orang itu seolah tak pernah mencintaimu lagi adalah pengalaman terpahit saya. Ditambah saat itu saya menyadari saya begitu kehilangan. Saya juga begitu sakit hati menyadari ia yang saya cintai benar-benar tak menunjukkan rasa kehilangannya seperti dulu ia begitu memuja saya. Saat itu saya tahu saya salah. Saya juga tahu dia bersalah walau tidak pernah mengakuinya. Tapi saya belajar tidak menyalahkan siapa-siapa. Yang saya tahu setelah itu saya kehilangan separuh jiwa saya. Separuh hidup dan hati saya. Saya pincang selama hampir tiga tahun ini. Tak ada seorang pun mampu menopang saya. Saya hampir putus asa. Tidak percaya lagi pada keajaiban cinta. Bahkan berjanji pada diri saya sendiri bahwa saya nggak akan pernah mencintai lagi.

Saya menjadi begitu skeptis. Begitu apatis. Begitu sinis pada kehidupan saya. Semua orang berusaha mengisi kekosongan itu, namun saya tetap kosong. Tetap kehilangan sesuatu dalam diri saya. Sampai suatu hari saya membaca novel tentang seseorang yang juga kehilangan separuh jiwanya. Ia memang terpuruk, namun mau sampai kapan keterpurukan menggerogoti kehidupan kita. Akhirnya, ia bangkit dan mulai berpikir positif. Karena menurut teori hukum tarik-menarik atau the Law of Attraction-nya The Secret bookjika kita ingin bahagia, maka pikirkanlah hal-hal bahagia.

Begitu juga jika ingin dicintai, maka mencintailah. Dan untuk bisa mencintai, maka belajarlah percaya bahwa kita mampu mencintai dan bahwa ada orang yang suatu saat pantas untuk berbagi cinta dengan kita. Pikirkanlah cinta yang kamu inginkan. Seperti apa bentuknya. Warnanya. Ukurannya. Akan seperti apakah perasaanmu saat cinta itu menghampirimu. Bentuk semua itu dengan jelas dalam pikiranmu. Tanamkan. Dan yakinkan dalam hati. Kalau perlu buatlah sebuah gambar seolah cinta itu memang nyata di hadapanmu. Sama seperti tokoh dalam novel itu, ia menggambar hati merah yang besar. Menyala dan membakar. Seolah itu cinta yang ia inginkan, cinta yang menyala-nyala, membakar gairahnya dan besar, sebesar hati yang ia lukiskan. Dan terbukti ia pun akhirnya menemukan belahan jiwa yang sebenarnya ia cari.

Terinspirasi oleh semangat tokoh itu, saya berusaha bangkit kembali. Apalagi kehidupan saya terus berjalan, saya sudah memasuki dunia kerja. Dunia yang membutuhkan semangat berkobar-kobar yang lebih dari sekedar meratapi bahwa saya too much pathetic of love. Saya mersa sudah saatnya saya membuka diri lagi. Memberikan kesempatan pada orang lain untuk merebut hati saya kembali dan membiarkan Tuhan dan seluruh jagat raya ini memilihkan sosok cinta yang benar-benar membuat saya percaya lagi.

Saya pun mulai menanamkan cinta yang saya inginkan. Kebetulan saya suka warna pink dan sesuatu yang unik dan kreatif. Karena saya pada dasarnya suka kejutan dan kemeriahan dalam setiap momen. Saya menempelkan beberapa tempelan bergambar hati berwarna pink, berhiaskan renda-renda putih manis ditengahnya diseluruh sudut computer dan dinding kubikel kantor saya. Saya membayangkan cinta seperti warna pink, manis, lembut, datang pelan-pelan namun mengejutkan, cinta yang menyejukkan seperti saat melihat warna soft pink. Renda-rendanya saya ibaratkan kehidupan cinta saya yang seperti renda terajut manis, dengan potongan-potongan momen yang berliku-liku namun terajut dengan rapi dan menyejukkan mata dan membuat siapapun terpesona dengan kisah yang ada dibalik rajutan itu. Setidaknya sejauh ini itu yang bisa saya bayangkan.

Ajaibnya, seiring berjalannya waktu, tanpa saya sadari cinta yang saya bayangkan itu datang. Pelan-pelan dimulai dari pertemuan tak terduga saya dengan teman lama saya via YM chat. Dia begitu manis, begitu attraktif, begitu lembut, begitu misterius, begitu hebatnya membuat saya selalu tersenyum-senyum dan tertawa gila saat bebincang dengannya. Dia datang begitu saja, dibarengi dengan pertemuan-pertemuan tak terduga yang akhirnya, setelah tiga bulan, membuahkan sebuah keyakinan bahwa dialah cinta yang sedang saya bayangkan. Persis seperti renda yang saya sebutkan tadi, dia datang dengan tiba-tiba dan penuh kejutan, hingga saat dia akhirnya menyatakan persaanya pun, semua berlangsung di tempat yang tak terduga dan mengejutkan.

Semuanya berlangsung begitu cepat, begitu mengejutkan, hingga akhirnya saya mengiyakan permintaannya untuk menjadi bagian dari jiwanya saat ini. Saya memang belum tahu apakah kami memang jiwa yang terpisah itu. Namun, setidaknya saya hanya ingin menikmati kalau cinta memang tak pernah menyakitkan. Cinta selalu tepat pada posisinya sebagaimana kita memperlakukan cinta itu sendiri.
Cinta membuat saya menyadari bahwa selalu kesempatan untuk kita bangkit dan memperoleh cinta yang lebih besar dari sebelumnya. Saat ini saya hanya ingin bersyukur dan berusaha menjaga cinta itu seutuh mungkin. Saya tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama lagi. Biarlah waktu yang menjawab kemana cinta ini berlabuh.

Karena saya yakin tak pernah ada kata salah untuk cinta.

Remember Me This Way...

Rabu, 30 Maret 2011

Every now and then
We find a special friend
Who never lets us down
Who understands it all
Reaches out each time you fall
You're the best friend that I've found
I know you can't stay
A part of you will never ever go away
Your heart will stay

I'll make a wish for you
And hope it will come true
That life would just be kind
To such a gentle mind
If you lose your way
Think back on yesterday
Remember me this way
Remember me this way


(Jordan Hill, Remember Me this Way)



Entah mengapa saya selalu menangis tiap mendengar lagu ini. Lagu tentang persahabatan. Tentang kita yang diberikan keberkahan oleh Tuhan seorang teman terbaik. Teman yang sejak pertama kali mau tersenyum bersama, belajar bersama, bermain, menggila, menangis, bahkan jatuh dan bangun bersama di sebuah kampus bernama Universitas Negeri Jakarta.

Hampir 4,5 tahun saya bersama-sama mereka. Melewati mata kuliah-mata kuliah membosankan namun menantang, menghadapi dosen-dosen killer yang bikin ngantuk, menggila disaat dosen tidak masuk kelas, travelling dadakan sambil nyolong-nyolong cabut dari kelas, menangis karena IP jelek, menahan tawa saat ada teman yang ketauan tertidur di kelas, menahan rasa karena naksir sesama teman, menahan haru saat lulus sidang, dan banyak kenangan yang tidak bisa saya lupakan.

Disini Tuhan menganugerahkan saya 10 teman terbaik sepanjang hidup saya. Awalnya kami hanya bertujuh, saya, Panji, Puja, Helmy, Singgih, Putri dan Neno bahkan iseng menamai geng ini dengan nama D' Compromers, soalnya tiap ada rencana jalan, pasti kita kelamaan kompromian. Jadinya ujung-ujungnya nggak jadi, atau meleset ke tujuan lain hehehe...Lalu di akhir semester 6, bergabunglah 4 orang perempuan Yuan, Neneng, Fijar dan, Puput.

Sejak itu kami seiring kumpul bersama. Bikin party kecil-kecilan di akhir minggu di rumah Yuan. Kabur malem-malem ke puncak, trip ke Bali, ke Ancol, ke kebun raya Bogor, dll. Cari tempat makan seru. Semuanya terus berlangsung hingga kini. Mereka semua punya karakteristik masing-masing. Saya seperti tumbuh bersama mereka. Mereka dengan bakatnya masing-masing seperti menambahkan sembilan tangan ke tubuh saya. Saya mereasa terlengkapi. Merasa bahwa dengan mereka mimpi-mimpi saya, mimpi-mimpi kami bisa dicapai bersama.

Betapa terharunya saya saat bertemu mereka lagi di wisuda kemarin, kami semua sudah semakin sukses. Saya ingat betapa Panji mencintai fotografi, sampai-sampai tiap ada acara foto-foto pasti kamera Nikonnya selalu disita. Hingga kemarin saat di daulat memfoto kami setelah wisuda dia membawa semua peralatan fotografinya lengkap dengan background, lighting, payung, semua deh pokoknya persis perlengkapan studio foto. Wow, it's amazing to see that your best friends already pursue their dreams!

Begitu juga dengan beberapa sahabat saya yang sudah berhasil dengan mimpi-mimpinya. Putri dan Puput yang aktif di bidang sosial sampai kini mereka bekerja di salah satu lembaga milik UNESCO dan mereka dapet kesempatan untuk hadir di setiap konferensi atau seminar internasional, bergaul dengan orang-orang dari luar Indonesia. Neno yang tergila-gila dengan pria asing, hingga mendapat pacar seorang bule dari Minessota via dating online dan Mei mendatang ia akan melangsungkan pernikahan disana! Wow! dan beberapa lainnya yang masih sibuk mengejar mimpi-mimpi kami.

Satu hal yang pasti, hidup terus berjalan. Namun, persahabatan ini nggak akan pernah usang. Saya ingin terus membawa mereka dalam hidup saya. dalam tiap hela nafas saya. Dalam tiap derap langkah mimpi-mimpi saya.

Neno, Helmy, Panji, Puja, Putri, Fijar, Neneng, Singgih, Yuan dan Puput, terima kasih telah menjadi bagian dalam hidup saya. I owe you all so much! Mari kejar mimpi-mimpi kita! Mari jelajahi Indonesia lebih jauh lagi!!


Graduation, Our Path to Change the World!

You are educated. Your certification is in your degree. You may think of it as the ticket to the good life. Let me ask you to think of an alternative. Think of it as your ticket to change the world. (Tom Brokaw)



The quote is true. This time March 26, 2011, my best friends already left our universities, six months after my graduation in September 2010.

Finally, the day that we've been waiting for came true...

We studied...

We laughed...

We learned...

We travelled...

We cried...

We drowned...

We belong together for almost 4,5 years...

However, it never dies. Our moments, our loves, our happiness, our sadness, our right, our wrong and our friendship will last forever.

The path to face the world is in our hand... So, let's make a break, make a change and breakaway, guys!

Someday We'll realize not only we need the world, but the world are trully need US to change!

Have a blissful graduation for NDB 2006, English Language and Literature, State University of Jakarta.



School's out, Memories past, Don't ever doubt, Our friendship will last.

A Surprised Gift from Es Teler 77

Rabu, 16 Maret 2011

Never imagine that my Es Teler's photo won the Es Teler 77 Photo Competition in Food Blogger Networking Day two months ago....Yaaayy! I thought that I am an amateur food photographer. However, Since I won this, I believe I can start food photography as my new hobby instead of still eating and eating hahaha...

Thanks a bunch for Es Teler 77.

Here it is my ES TELER photo...


and here the gifts and the vouchers! Yaayy...can't wait to spend my time to sip the super heavenly Es Teler 77!